Lhokseumawe (ANTARA Aceh) - Pelaksanaan ujian nasional baik manual dan berbasis komputer (UNBK) tingkat SMA sederajat pada hari pertama, Senin, di kabupaten dan kota di Aceh berjalan lancar.
Dari Kota Lhokseumawe dilaporkan, Wali Kota Suaidi Yahya menyambangi peserta UN manual di SMAN 2 Lhokseumawe, sedangkan untuk UNBK di SMAN 1 Lhokkseumawe.
Wali Kota berharap pelaksanaan UN dapat berjalan dengan lancar dan tidak mengalami kendala apapun. Apabila ada kendala untuk segera diantisipasi sedini mungkin, sehingga pelaksanaan UN sukses.
Kepada peserta, Wali Kota juga sangat mengharapkan agar tetap berusaha menjawab soal dengan benar dan tidak terpengaruh dengan isu-isu jawaban soal, karena akan merugikan siswa sendiri.
Jumlah peserta UN di Kota Lhokseumawe 2.123 siswa.
Sementara itu, Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib memberikan pesan khusus kepada seluruh siswa agar tetap percaya diri dalam menjawab soal dan selalu berdoa.
"Baca doa dulu sebelum menjawab soal, baca soal dengan cermat. Jangan tergesa-gesa, Insyaallah bisa menyelesaikan soal-soal dengan baik," pesan Bupati yang akrab dengan sapaan Cek Mad saat meninjau UN di sejumlah sekolah di Aceh Utara.
Dalam kunjungan tersebut Bupati Cek Mad mengunjungi SMA Negeri 1 Matangkuli, MAN Matangkuli, dan SMK Negeri 1 Lhoksukon.
Kemudian, pelaksanaan UNBK di Kota Langsa, diikuti lima sekolah, yakni SMAN 1, SMAN 3, SMKN 1, SMKN 3 dan SMKN 4.
Dua orang siswa dari dua sekolah berbeda yang tertangkap berbuat asusila di sebuah warnet kawasan KM 5 Desa Sungai Pauh Kecamatan Langsa Barat pada Sabtu (2/4) malam kemarin, juga mengikuti UN di sekolahnya.
Keduanya mendapat izin meninggalkan Lapas Kelas II-B Langsa tempat yang bersangkutan dititipkan sementara selama proses hukum terhadap dirinya.
"Kedua siswa itu bisa ikut UN dan sudah ada izin keluar sebentar untuk ujian saja," kata salah seorang petugas Lapas Kelas IIB Langsa.
Sediakan genset
Wakil Wali Kota Subulussalam, Drs Salmaza mengatakan pihaknya sudah menyiapkan genset untuk pelaksanaan UNBK di SMK Simpang Kiri, untuk mengatasi pemadaman listrik.
Salmaza mengatakan UNBK di SMK Simpang Kiri dibagi tiga shift karena keterbatan fasilitas komputer. Mereka ada yang masuk pagi pukul 07.30 WIB, menjelang siang dan setelah zuhur. Masing-masing diberi waktu selama 120 menit.
Sebelumnya, Salmaza bersama rombongan yakni Kapolsek Simpang Kiri AKP Dede Kurniawan, Kadisdikbudpora Darusmi, Kepala Kabag Humas dan Protokel Sekdako Subulussalam, Abdurrahmansyah juga meninjau pelaksanaan UN di sekolah SMA1N Simpang Kiri.
Salmaza mengatakan UN hari pertama di Kota Subulussalam berjalan lancar tanpa ada kendala yang dapat menghambat proses tersebut. Peserta UN tahun ini berjumlah 1.508 peserta, mereka diharapkan dapat mengikuti UN secara penuh selama tiga hari.
"Sejauh ini pelaksanaan UN baik secara manual maupun yang berbasis komputer berjalan lancar," ungkapnya usai memantau lansung pelaksanaan UN di sejumlah sekolah.
Dari Kota Lhokseumawe dilaporkan, Wali Kota Suaidi Yahya menyambangi peserta UN manual di SMAN 2 Lhokseumawe, sedangkan untuk UNBK di SMAN 1 Lhokkseumawe.
Wali Kota berharap pelaksanaan UN dapat berjalan dengan lancar dan tidak mengalami kendala apapun. Apabila ada kendala untuk segera diantisipasi sedini mungkin, sehingga pelaksanaan UN sukses.
Kepada peserta, Wali Kota juga sangat mengharapkan agar tetap berusaha menjawab soal dengan benar dan tidak terpengaruh dengan isu-isu jawaban soal, karena akan merugikan siswa sendiri.
Jumlah peserta UN di Kota Lhokseumawe 2.123 siswa.
Sementara itu, Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib memberikan pesan khusus kepada seluruh siswa agar tetap percaya diri dalam menjawab soal dan selalu berdoa.
"Baca doa dulu sebelum menjawab soal, baca soal dengan cermat. Jangan tergesa-gesa, Insyaallah bisa menyelesaikan soal-soal dengan baik," pesan Bupati yang akrab dengan sapaan Cek Mad saat meninjau UN di sejumlah sekolah di Aceh Utara.
Dalam kunjungan tersebut Bupati Cek Mad mengunjungi SMA Negeri 1 Matangkuli, MAN Matangkuli, dan SMK Negeri 1 Lhoksukon.
Kemudian, pelaksanaan UNBK di Kota Langsa, diikuti lima sekolah, yakni SMAN 1, SMAN 3, SMKN 1, SMKN 3 dan SMKN 4.
Dua orang siswa dari dua sekolah berbeda yang tertangkap berbuat asusila di sebuah warnet kawasan KM 5 Desa Sungai Pauh Kecamatan Langsa Barat pada Sabtu (2/4) malam kemarin, juga mengikuti UN di sekolahnya.
Keduanya mendapat izin meninggalkan Lapas Kelas II-B Langsa tempat yang bersangkutan dititipkan sementara selama proses hukum terhadap dirinya.
"Kedua siswa itu bisa ikut UN dan sudah ada izin keluar sebentar untuk ujian saja," kata salah seorang petugas Lapas Kelas IIB Langsa.
Sediakan genset
Wakil Wali Kota Subulussalam, Drs Salmaza mengatakan pihaknya sudah menyiapkan genset untuk pelaksanaan UNBK di SMK Simpang Kiri, untuk mengatasi pemadaman listrik.
Salmaza mengatakan UNBK di SMK Simpang Kiri dibagi tiga shift karena keterbatan fasilitas komputer. Mereka ada yang masuk pagi pukul 07.30 WIB, menjelang siang dan setelah zuhur. Masing-masing diberi waktu selama 120 menit.
Sebelumnya, Salmaza bersama rombongan yakni Kapolsek Simpang Kiri AKP Dede Kurniawan, Kadisdikbudpora Darusmi, Kepala Kabag Humas dan Protokel Sekdako Subulussalam, Abdurrahmansyah juga meninjau pelaksanaan UN di sekolah SMA1N Simpang Kiri.
Salmaza mengatakan UN hari pertama di Kota Subulussalam berjalan lancar tanpa ada kendala yang dapat menghambat proses tersebut. Peserta UN tahun ini berjumlah 1.508 peserta, mereka diharapkan dapat mengikuti UN secara penuh selama tiga hari.
"Sejauh ini pelaksanaan UN baik secara manual maupun yang berbasis komputer berjalan lancar," ungkapnya usai memantau lansung pelaksanaan UN di sejumlah sekolah.
Pewarta: Pewarta : MukhlisUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.