Meulaboh (ANTARA Aceh) - Laboratorium lingkungan hidup (cluster) di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh belum dimanfaatkan secara optimal sehingga kondisinya memprihatinkan karena hanya dijadikan tempat penitipan bahan bangunan.

Kepala Badan Lingkungan Hidup dan Kebersihan (BLHK) Aceh Barat T Fuadi di Meulaboh, Selasa mengatakan laboratorium lingkungan hidup itu tidak terbangkalai, hanya saja jarang digunakan sehingga dimanfaatkan sebagai tempat penitipan bahan bangunan seperti tangga kayu di halamanya.

"Bukan terbangkalai, tapi itu tumpukan pagar-pagar sementara di situ, karena ini laboratorium pun akan dipindah ke belakang kantor baru nanti. Itupun lokasi labor sudah masuk bahagian rumah sakit regional," jelasnya.

Fuadi mengatakan, dalam program jangka panjang area laboratorium lingkungan hidup tersebut masuk dalam lokasi pembangunan rumah sakit regional Aceh, namun dipastikan semua fasilitas dan peralatan di dalamnya masih utuh dan tidak rusak.

Dia menjelaskan, laboratorium lingkungan hidup tersebut selama ini digunakan operasionalnya hanya sebatas untuk memantau kualitas udara dan air, sementara terkait pencemaran lingkungan seperti limbah masih bergantung pada Barestan Banda Aceh.

Labor tersebut kata dia, juga dijaga oleh pegawai yang berstatus tenaga harian lepas serta tiga orang lain petugas teknis yang mengelola, hanya saja memang keterbatasan kewenangan pemanfaatan selama ini masih belum optimal untuk dimanfaatkan.

"Itu laboratorium cluster memang, tapi hanya bisa untuk memantau mengukur air dan udara, kalau pencamaran sifatnya besar masih harus kita kirim ke Banda Aceh. Bukan tidak bisa, tapi memang karena belum berhak, belum memperoleh sertifikat," jelasnya.

Laboratorium cluster tersebut harusnya menjadi rujukan untuk wilayah barat selatan Aceh untuk pemeriksaan sebatas air dan udara, hanya saja selama ini diakui belum ada satu daerah membawahi labor cluster ini yang memanfaatkannya.

Fuadi menjelaskan, karena dalam program jangka panjang sudah masuk bahagian rumah sakit regional, maka laboratorium lingkungan hidup cluster di Jalan Kayu Putih itu, akan dipindahkan ke lokasi baru di belakang kantor BLHK.

Untuk pembangunan direncanakan melalui anggaran APBK itu akan ada perluasan di lokasi kantor saat ini, kemudian di bagian belakangnya akan dibangun area perluasan tempat workshop, tempat penempatan alat berat, armad sampah dan laboratorium itu.

"Tahun ini juga kita ada pengadaan tanah dibelakang kantor untuk perluasan tempat penyimpanan alat berat termasuk laboratorium lingkungan hidup akan dipindahkan kelokasi kantor," katanya menambahkan.



Pewarta: Pewarta : Anwar
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026