Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Gubernur Aceh Zaini Abdullah mencanangkan program kampanye untuk Thalassemia atau Thalassemia Campaign dalam rangka memperingati Hari Talasemia se-Dunia tahun 2016 yang berlangsung di Banda Aceh.
"Kampanye ini bertujuan untuk meringankan beban penderita Thalassemia di Aceh dan kami mengajak masyarakat Aceh untuk bersama-sama mendukung gerakan ini," kata Zaini Abdullah di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Minggu (8/5).
Ia menjelaskan Thalassemia merupakan penyakit kelainan darah yang ditandai dengan kerusakan pada sel darah sehingga menyebabkan penderita mengalami gejala anemia atau kekurangan darah.
"Penderita thalassemia yang bersifat berat, biasanya penanganannya dilakukan dengan transfusi darah seumur hidup. Thalassemia bersifat genetik, sehingga perlu langkah bijaksana dan sikap yang telaten dalam menanganinya," katanya.
Ia memperkirakan sekitar enam sampai sepuluh persen penduduk Indonesia merupakan pembawa sifat Thalassemia. Angka tersebut mungkin saja lebih besar karena masih ada penduduk pembawa sifat thalassemia yang tidak terdeteksi, terutama yang tinggal di pedesaan.
Disebutkan, pada tahun 2013, jumlah penyandang Thalassemia di daerah ini sebanyak 180 orang dan pada pada tahun 2014 bertambah menjadi 255 orang. Kebanyakan dari mereka berusia antara 2 sampai 5 tahun dengan latar belakang keluarga berbeda-beda.
Gubernur menjelaskan, penyebaran Thalassemia terdapat hampir di seluruh wilayah Aceh dan penanganannya sejauh tetap dilakukan secara medis, meski barangkali ada juga keluarga yang melakukan dengan cara-cara tradisional.
Gubernur berpesan agar masyarakat tetap mengedepankan langkah-langkah pencegahan karena hal ini merupakan jalan terbaik agar tidak banyak lagi anak Aceh yang dilahirkan sebagai penyandang thalassemia.
Gubernur juga mengimbau kepada seluruh komponen masyarakat di provinsi ujung paling barat Indonesia itu untuk memberikan dukungan dan berpartisipasi aktif dengan menyumbangkan darahnya bagi penyandang thalassemia.
Pewarta: Pewarta : Muhammad IfdhalUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.