Banda Aceh (ANTARA) - Fenomena pelangi kembar (double rainbow) muncul pada di langit Britania Raya pada hari kepulangan Ratu Elizabeth II di umur ke-96 setelah menjabat tujuh dekade lamanya (1952-2022).
Staf Ahli BMKG Provinsi Aceh, Andrean Simanjuntak, mengatakan fenomena pelangi kembar yang muncul pada suasana duka di Istana Buckingham Palace ini juga pernah muncul di langit Aceh Besar pada Juni 2022.
Fenomena tersebut merupakan salah satu kejadian meteorologis yang unik dan cukup jarang terlihat.
"Pelangi kembar memang memiliki makna yang berarti selain itu unik dan cukup sulit terjadi kalau tidak didukung oleh kondisi alam," katanya.
Ia menjelaskan fenomena pelangi kembar tersebut terjadi karena adanya siklus hidrologi dan muncul kembar karena dibiaskan dua kali oleh tetesan air hujan. Prosesnya sama seperti pelangi pada umumnya, tetapi muncul dua pelangi.
"Pelangi kedua merupakan inversi dari pelangi pertama seperti efek bayangan pada cermin," katanya.
Efek bayangan tersebut dapat dilihat dari warna pelangi, di mana warnanya akan ada merah di bagian terluar lengkungannya, tetapi pada pelangi kedua warna merah akan ada di bagian dalamnya jika dilihat lebih jelas tetapi salah satu kadang terlihat sedikit kabur.
Kejadian pelangi secara fisik karena posisi matahari yang tidak terhalangi objek apa pun dan berada di bagian atas garis horizon.
Kemudian, pelangi terbentuk karena adanya proses fisika optik yang bekerja seperti dispersi, refleksi, dan refraksi antara sinar matahari dan tetesan air dari awan cumulonimbus di atmosfer.
Variasi warna pelangi terjadi karena pembiasan dari cahaya putih yang dibiaskan saat terkena tetesan air hujan yang mengandung spektrum sehingga akan muncul banyak warna-warna dengan panjang gelombang yang berbeda.
“Warna merah memiliki panjang gelombang terpanjang sekitar 600 nanometer sedangkan terpendek yaitu warna ungu sekitar 400 nanometer," katanya.
Ia menambahkan fenomena pelangi kembar ini bukan merupakan pertanda terjadinya bencana atau hal lainnya karena murni terjadi dari proses cuaca yang biasa dalam kehidupan sehari-hari.
"Keindahan nya mungkin bisa menjadi pelipur lara bagi warga Britania Raya yang menyaksikan langsung memorial day di Istana Buckingham Palace," katanya.
Pewarta: Nurul HasanahEditor : M Ifdhal
COPYRIGHT © ANTARA 2026