Banda Aceh (ANTARA) - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Banda Aceh menggencarkan program jemput bola ke sekolah guna melakukan perekaman KTP anak usia 16 tahun sebagai persiapan calon pemilih pemula untuk Pemilu 2024 mendatang.

"Saat ini kami sedang gencar melakukan kegiatan jemput bola ke sekolah dan ke desa-desa untuk perekaman KTP," kata Sekretaris Disdukcapil Banda Aceh Nurhasanah, di Banda Aceh, Kamis.

Nurhasanah mengatakan, program jemput bola perekaman KTP ke sekolah di Banda Aceh itu sudah menjadi fokus mereka mencari siswa yang berusia 16 tahun. Karena mereka dipastikan menjadi pemilih pemula saat Pemilu 2024 nanti.

Nurhasanah menyebutkan, jumlah anak usia 0 sampai 17 tahun di Banda Aceh saat ini mencapai 88.190 orang. Karena itu pihaknya terus berusaha melakukan perekaman KTP terhadap mereka yang berusia 16 tahun ke atas. 

"Kita sekolah berfokus pada anak yang berusia 16 tahun, mereka menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2024," ujarnya.

Karena itu, dirinya berharap perlu adanya kerjasama yang baik dari pihak sekolah, masyarakat serta unsur terkait lainnya dalam rangka mendorong anak-anak 16 tahun mau merekam KTP  agar terdaftar sebagai pemilih pemula. 

Selain itu, dalam kesempatan ini Nurhasanah juga menjelaskan bahwa saat ini jumlah penduduk di Banda Aceh mencapai 254.024 jiwa, terbagi dari laki-laki 127.104 orang dan perempuan 126.920 orang. Dengan jumlah 74.486 KK (kartu keluarga). 

Dari jumlah penduduk tersebut, terdapat 170.628 orang sudah wajib KTP, namun yang baru melakukan perekaman hanya 169.073 orang. 

"Sedangkan sisanya 1.555 orang belum melakukan perekaman KTP, tetapi ini sudah sesuai target nasional 99 persen," katanya.

Terhadap 1.555 warga yang belum merekam KTP tersebut, lanjut Nurhasanah, pihaknya terus berusaha mencari dengan melaksanakan sistem jemput bola, diharapkan hingga akhir Desember 2022 sudah terekam semuanya.

"Datanya sudah ada, tinggal kita lakukan penjemputan atau penyisiran  ke desa-desa dan sekolah. Insya Allah dalam sisa waktu tiga bulan ini kami bisa mencapai 100 persen," demikian Nurhasanah. 
 

Pewarta: Rahmat Fajri
Editor : M Ifdhal

COPYRIGHT © ANTARA 2026