Inflasi di Meulaboh tercatat paling tinggi di Provinsi Aceh, dibandingkan dengan Kota Banda Aceh yang inflasi sebesar 5,58 persen dan Kota Lhokseumawe 4,98 persen. BPS menghitung inflasi Aceh di tiga kota tersebut.
“Inflasi ini didominasi tingginya angka beberapa komoditas yang memiliki andil sumbangan dominan terhadap inflasi antara lain bensin sebesar 1,1578 persen; beras sebesar 0,6299 persen; angkutan udara sebesar 0,3924 persen; tempe sebesar 0,3730 persen; dan cabai merah sebesar 0,358 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Aceh Barat Mughlisuddin di Meulaboh, Kamis.
Baca juga: BPS: Beras jadi penyumbang terbesar inflasi di Aceh pada Januari, begini penjelasannya
Mughlisuddin menjelaskan, inflasi yang terjadi di Kota Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh meningkatnya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran yaitu: kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 6,12 persen.
Kemudian kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 2,22 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 3,80 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 3,64 persen, kelompok kesehatan sebesar 8,71persen.
Kemudian kelompok transportasi sebesar 18,61 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 4,11persen, kelompok pendidikan sebesar 0,39 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,17 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 7,55 persen.
Kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,2 persen.
Baca juga: Presiden ajak daerah kendalikan inflasi
Secara umum, beberapa komoditas yang memiliki andil sumbangan dominan terhadap inflasi YoY, antara lain: bensin sebesar 1,1578 persen, beras sebesar 0,6299 persen, angkutan udara sebesar 0,3924 persen, tempe sebesar 0,3730 persen, dan cabai merah sebesar 0,358 persen.
Sementara komoditas yang memiliki andil / sumbangan dominan terhadap deflasi YoY, antara lain: ikan tongkol / ikan ambu-ambu sebesar 0,3926 persen, minyak goreng sebesar 0,3189 persen, besi beton sebesar 0,0602 persen, daging ayam ras sebesar 0,0426 persen, dan ikan dencis sebesar 0,0290 persen.
Sedangkan, beberapa komoditas yang memiliki andil / sumbangan dominan terhadap inflasi mtm, antara lain: beras sebesar 0,1967 persen, emas perhiasan sebesar 0,0896 persen, ikan dencis sebesar 0,0844 persen, minyak goreng sebesar 0,0675 persen, dan ikan tuna sebesar 0,0621 persen.
Sementara komoditas yang memiliki andil/sumbangan dominan terhadap deflasi mtm, antara lain: cabai merah sebesar 0,0937 persen, ikan kembung / ikan banyar/ ikan gembolo / ikan aso-aso sebesar 0,0613 persen, bensin sebesar 0,0472 persen, daging ayam ras sebesar 0,0209 persen, dan kangkung sebesar 0,0201 persen.
Secara Nasional, kata dia, tingkat inflasi Year on Year (YoY) Indonesia pada bulan Januari 2023 sebesar 5,28 persen dari 90 kota IHK, seluruh kota mengalami inflasi YoY.
Secara urutan inflasi YoY tertinggi, Kota Meulaboh berada pada urutan 22 dengan inflasi YoY sebesar 6,36 persen.
Sedangkan secara agregat untuk Aceh (gabungan tiga kota) pada bulan Januari 2023 mengalami inflasi YoY sebesar 5,52 persen.
"Secara gabungan tiga kota di aceh, Meulaboh masih tinggi angka inflasinya,” kata Mughlisuddin menambahkan.
Pihaknya juga mencatat pada bulan Januari 2023 Kota Meulaboh terjadi inflasi Y to Y sebesar 6,36 yaitu Januari 2022 sd Januari 2023. Untuk Inflasi bulanan Januari 2023 kota meulaboh 0,76 persen turun jika dibandingkan dengan Desember 2022 sebesar 0,98 persen.
Ia juga mengatakan kenaikan harga beras masih tinggi di Kota Meulaboh dengan sumbangan sebesar 0,1967 persen, ikan dencis 0.0844 persen dan minyak goreng 0.067 persen.
Sementara pada Januari 2023 ada beberapa komoditas penyumbang deflasi (harga turun) yaitu cabai merah, ayam pedaging, demikian Mughlisuddin.
Baca juga: Bank Sentral Inggris siap naikkan suku bunga ke-10
Pewarta: Teuku Dedi IskandarEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.