Tapaktuan (ANTARA Aceh) - Empat unit boat yang ditumpangi 20 orang nelayan menemukan puing-puing Kapal Mesin (KM) Satria milik nelayan Kabupaten Aceh Selatan di perairan Pulau Selawar, Kabupaten Simeulue, yang sempat hilang kontak sejak Minggu (27/11).
Wakil Panglima Laot (lembaga adat laut) Kecamatan Meukek, Aceh Selatan, Khairuzzaman yang dijumpai di Pasie Meukek, Minggu menyebutkan, informasi dari tim pencari, mereka berhasil menemukan satu lembar pintu boat KM Satria, satu lembar papan sengka (lantai boat) dan satu buah tali jangkar warna hijau.
Para nelayan yang diterjunkan dari PPI Desa Pasie Meukek, Aceh Selatan pada Jumat (2/12) malam untuk mencari keberadaan boat KM Satria yang hilang kontak sejak Minggu lalu telah sampai di titik lokasi kejadian di sekitar perairan laut Pulau Selawar, Kabupaten Simeulu, Sabtu (3/12) pagi.
Dari hasil penyisiran di sekitar lokasi, sejauh ini tim penyelamat belum berhasil menemukan tiga orang nelayan KM Satria. Namun demikian, sejauh ini tim penyelamat telah berhasil menemukan beberapa bagian puing-puing kapal yang diperkirakan telah hancur berkeping-keping akibat dihantam gelombang besar disertai badai.
"Beberapa bagian KM Satria yang dinyatakan hilang sejak lima hari lalu itu ditemukan secara terpisah dalam kondisi terapung di sekitar perairan laut Pulau Penyu. Pulau Penyu ini tidak jauh dari Pulau Selawar masih dalam wilayah Kabupaten Simeulu," sebutnya.
Berdasarkan keterangan tim pencari, jarak Pulau Penyu dengan bibir pantai Pulau Simeulu sekitar 2 mil laut. Sedangkan jarak antara Pulau Selawar tempat pertama kali diperkirakan KM Satria dihantam gelombang besar kemudian tenggelam dengan Pulau Penyu sekitar 1 jam perjalanan menggunakan boat ukuran 30 GT.
Berselang beberapa saat kemudian, para nelayan Pasie Meukek yang stanby di hadapan pangkalan radio utama di rumah salah seorang nelayan bersama Abdulrahman, kembali menerima laporan informasi dari boat tim pencari yang saat ini berada di sekitar perairan laut Pulau Simeulu, telah ditemukan sebuah tas oleh masyarakat yang sedang melakukan penyelaman ke dasar laut untuk mencari kolong di dalam kerang tidak jauh dari bibir pantai wilayah itu.
Setelah dibuka dalam tas tersebut ditemukan hand phone dan beberapa lembar baju, yang diduga kuat milik crew KM Satria yang diperkirakan telah tenggelam beberapa hari lalu.
Tidak hanya itu, sambung Khairuzzaman, sejumlah boat nelayan baik berasal dari Pasie Meukek maupun dari luar daerah yang telah dikerahkan ke lokasi kejadian untuk membantu proses pencarian juga telah berhasil menemukan tiga buah kotak fiber milik boat pancing KM Satria bertonase 6 GT dengan panjang sekitar 6 meter dan lebar 3 meter tersebut.
Dia menyatakan, penemuan kotak fiber pertama kali oleh boat nelayan asal Sibolga sekitar tiga hari lalu. Kemudian kotak fiber kedua kembali ditemukan oleh nelayan asal Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat tidak jauh dari peraian laut setempat dan kotak fiber ketiga juga telah ditemukan oleh boat nelayan Pasie Meukek yang dikerahkan untuk melakukan proses pencarian.
"KM Satria tersebut memang memiliki 3 buah kotak fiber warna putih. Setelah dicek kotak fiber itu memang betul milik KM Satria. Dengan penemuan kotak fiber itu maka seluruh kotak fiber yang ada dalam boat tersebut telah berhasil ditemukan," ujar dia.
Namun sejauh ini pihak tim pencari belum berhasil menemukan beberapa bagian boat lainnya termasuk tutup kotak fiber. Memang dalam boat itu juga tersedia beberapa pelampung.
Ia berharap tiga orang nelayan dalam boat tersebut bisa menyelamatkan diri di atas pelampung yang ada atau dengan menggunakan tutup kotak fiber tersebut.
Khairuzzaman menjelaskan, KM Satria yang dinahkodai pawang Anhar alias Buyung Satria dengan dua orang anak buah kapal (ABK) masing-masing Samsuar asal Desa Kuta Baro dan Feri asal Desa Arun Tunggai Kecamatan Meukek, berangkat dari PPI Pasie Meukek pada Jumat (25/11) sore.
Setiba di perairan laut Pulau Simeulu pada Sabtu (26/11) setelah menempuh perjalanan sekitar 11 jam, mereka menghadapi angin kencang disertai gelombang tinggi. Karena menyulitkan untuk melanjutkan melaut, akhirnya mereka memutuskan menepi ke salah satu pulau dalam wilayah Kabupaten Simeulu.
Saat menghadapi cuaca buruk hingga akhirnya mereka menepi di salah satu pulau itu, awak boat KM Satria masih sempat menjalin kontak informasi dengan salah satu awak boat di Pasie Meukek. Karena sedang dilanda cuaca ekstrim, awak boat di Pasie Meukek sempat melarang awak KM Satria untuk melanjutkan melaut. Namun permintaan itu tidak diindahkan karena mereka tetap ngotot pergi melaut ke arah Pulau Selawar.
"Hingga Minggu, 27 November 2016, sore, awak KM Satria masih menjalin kontak dengan awak boat di Pasie Meukek. Saat itu mereka mengatakan tetap melanjutkan perjalanan pelan-pelan mungkin dalam perjalanan nanti cuaca buruk akan berhenti. Namun pada malam harinya, boat tersebut benar-benar telah hilang kontak. Sehingga diperkirakan saat itulah boat tersebut dihantam badai dan gelombang tinggi," paparnya.
Untuk diketahui bahwa wilayah perairan laut Pulau Selawar lewat Pulau Simeulu tersebut sudah dekat dengan wilayah laut Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE). Jarak antara wilayah tersebut dengan perairan laut Pasie Meukek, Aceh Selatan mencapai 90 mil laut.
Jika tiga orang crew KM Satria berhasil menyelamatkan diri dengan mengapung di laut menggunakan pelambung atau tutup fiber, besar kemungkinan mereka akan hanyut ke wilayah perairan laut Solomon, India karena lokasinya perairan laut ZEE tersebut memang sudah dengan perbatasan India.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Aceh Selatan, Erwiandi menyatakan, pasca menerima informasi boat nelayan hilang kontak, pihaknya bersama Bupati Aceh Selatan HT Sama Indra SH telah turun langsung ke Pasie Meukek pada Jumat (2/12).
Pihaknya, kata Erwiandi, telah menghubungi Plt Bupati Simeulu serta pihak Basarnas Pos Meulaboh untuk membantu melakukan proses pencarian terhadap korban.
"Alhamdulillah, berdasarkan hasil koordinasi Bupati Aceh Selatan, pihak Plt Bupati Simeulu telah memerintahkan tim Satgas SAR Simeulu untuk melakukan proses pencarian," katanya.
Tidak hanya itu, Plt Bupati Simeulu juga telah meminta bantuan pasukan Marinir di Pangkalan TNI AL Sinabang untuk membantu proses pencarian.
Kebetulan saja saat ini pihak TNI AL sedang melakukan patroli laut sehingga armada kapal cepat yang tersedia telah dikerahkan di sekitar lokasi kejadian.
Informasi terakhir, pihak Polisi Air dan Udara (Airud) Susoh, Abdya bersama Basarnas Pos Meulaboh juga telah berangkat ke lokasi membantu proses pencarian, ungkapnya.
Pewarta: HendrikUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.