Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Sejumlah warga di beberapa tempat pemungutan suara (TPS) di Kota Banda Aceh sangat antusias untuk memeberikan hak pilihnya, sehingga rela berpanas-panasan menunggu dipanggil untuk mencoblos pada Pilkada, Rabu.
Amatan ANTARA di Kecamatan Meuraxa, banyak masyarakat terpaksa berdiri diterik matahari karena kursi di bawah tenda tempat pemungutan suara penuh oleh pemilih.
Cuaca panas tidak menyurutkan antusias masyarakat menggunakan hak pilihnya pada pilkada serentak. Selain panas, mereka juga rela menunggu lama namanya dipanggil mencoblos.
"Kami terpaksa berdiri di panas karena tidak ada tempat teduh. Kursi di tenda penuh, di bawah pohon juga banyak kerumunan orang," ungkap seorang pemilih.
Kendati rela berpanas-panas, tidak sedikit pemilih yang mengeluhkan lamanya antre menunggu nama dipanggil untuk mencoblos. Bahkan ada pemilih memilih meninggalkan TPS karena ada kegiatan lain
"Saya terpaksa meninggalkan TPS karena ada kegiatan lain. Saya tidak tahu apa bisa memilih nanti atau tidak. Undangan sudah saya berikan ke petugas di TPS," kata Muhammad, pemilih lainnya.
Hari ini, 15 Februari, 3,4 juta lebih pemilih di Provinsi Aceh menggunakan hak pilihnya memilih Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh 2017-2022. Pemilihan tersebut digelar serentak dengan pemilihan 20 bupati/wali kota dan wakil dari 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh.
Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh diikuti enam pasangan calon, yakni Tarmizi A Karim dan Machsalmina, Zakaria Saman dan T Alaidinsyah.
Kemudian, Abdullah Puteh dan Sayed Mustafa Usab, Zaini Abdullah dan Nasaruddin, Muzakir Manaf dan TA Khalid serta pasangan Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah.
Pewarta: M Haris SAUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.