Meulaboh (ANTARA Aceh) - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Iskandar Daod, meninjau distribusi bahan bakar minyak (BBM) pada Solar Packed Dealer Nelayan (SPDN) Padang Seurahet, Kabupaten Aceh Barat.
"Setelah saya lihat, ternyata masalahnya karena pasokan BBM subsidi untuk nelayan di SPDN Padang Seurahet ini kurang, hanya delapan ton per hari, sementara kebutuhan nelayan di sini minimal 16 ton per hari," katanya di Meulaboh, Rabu.
Iskandar Daod meninjau kondisi nelayan daerah pemilihan (Dapil) 10 wilayah barat selatan Aceh yang hampir satu bulan ini mengalami krisis BBM Solar Subsidi, padahal jumlah kuota dari PT Pertamina (persero) tidak berubah dan pasokan juga normal.
Akan tetapi kenyataan di lapangan masyarakat nelayan kesulitan mendapatkan BBM Solar Subsidi, baik itu di SPDN maupun di Stasiun Pengisian Bahan Umum (SPBU), kalaupun ada jumlah distribusinya terbatas sehingga semua pihak masih kebingungan.
Malahan kata Iskandar, pada SPDN Padang Seurahet sudah diperkatat dalam proses distribusi untuk nelayan, sebelumnya nelayan hanya cukup mendapat rekom instansi terkait, kemudian ditambah rekom panglima laot (pemangku adat) agar lebih selektif.
"Saya berharap instansi terkait dapat merespon dan ikut terlibat untuk penambahan kuota BBM nelayan di SPDN Padang Seurahet. Satu hal saya lihat ada kerjasama yang baik, panglima laot ikut terlibat mengawasi dengan rekomendasinya," sebutnya.
Anggota Komisi VII DPR Aceh ini menegaskan, perlu adanya penambahan SPDN di wilayah Aceh Barat, ia berharap ada investor yang membuka usaha demikian karena bisnis itu menjanjikan, disamping juga dapat memperlancar distribusi BBM nelayan.
Sementara itu Galih (52) salah seorang nelayan menyatakan, mereka heran dengan kondisi tersebut, pasalnya SPDN Padang Seurahet itu hanya melayani pembelian nelayan pukul 09.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB.
"Tapi ketika dibuka pukul 09.00 WIB, pukul 10.00 WIB sudah habis, yang datang membeli ke sini juga dengan becak-becak bawa jerigen. Setiap mau melaut selalu langka, tidak pernah mencukupi, banyak nelayan tidak melaut," sebutnya.
Sebelumnya Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Barat, Muhammad Ikbal, mengatakan, kuota BBM Solar Subsidi untuk nelayan daerah tersebut mencapai 19.000 liter/hari, dari total Solar Subsidi maksud ke Aceh Barat capai 74.000 liter/hari.
Sebagai alternatif, ketika stok Solar Subsidi Nelayan di SPDN habis, maka pemerintah daerah juga merekomendasikan pengambilan di SPBU tertentu, hal demikian dampak dari terbatasnya kuota dan ketersediaan SPDN di daerah tersebut.
Pewarta: Anwar: Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.