Kutacane (ANTARA Aceh) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan sebanyak dua titik panas terdeteksi berada di wilayah Aceh pada Rabu sore.

"Sore ini, tepatnya pukul 17.00 WIB ada dua hotspot atau titik panas," ujar Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Blang Bintang, Zakaria melalui sambungan telepon di Kutacane, Aceh Tenggara, Rabu.

Ia merinci dua titik panas itu tersebar pada dua kabupaten di wilayah Barat-Selatan provinsi yang terletak paling Barat di Indonesia itu.

Tepatnya Aceh Barat terpantau di wilayah Kecamatan Sama Tiga tingkat kepercayaan 57 persen, dan Aceh Selatan terdeteksi di Kecamatan Klue Timur tingkat kepercayaan 73 persen.

Seharisebelumnya atau Selasa (24/10) terdeteksi 60 titik panas tersebar pada 12 kabupaten/kota di Aceh yang mayoritas daerah menghadap ke Samudera Hindia.

"Kami tidak tahu, apakah satelit terhalang kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan seperti di Aceh Barat," tegas Zakaria.

Dilaporkan, asap tebal akibat dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di lahan bergambut masih mengepung sejumlah kawasan di wilayah Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh.

"Asap mulai ketemu dari Desa Peunia hingga sampai ke Desa Blang Beurandang, jalan masih nampak, cuma terasa asap panas saat dihirup karena tidak pakai masker. Kalau di atas sana tidak tahu," kata salah seorang warga Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh, Roni.

Lokasi terparah dilanda asap dari karhutla itu berada di Jalan Lintas Meulaboh-Geumpang (Pidie), atau tepatnya di kawasan Kecamatan Kaway XVI.

Kepungan asap dari karhutla itu juga terlihat seperti kabut yang menutupi pemukiman penduduk setempat.

Sejumlah pengendara dari arah Kecamatan Sungai Mas menuju Meulaboh, cukup merasakan dampaknya, terutama bagi pengendara roda dua di sepanjang jalan lintas kabupaten setempat.

Asap juga tampak jelas menyelimuti Jalan Lintas Nasional Meulaboh-Calang, Kabupaten Aceh Jaya, terutama di Desa Suak Raya, Desa Suak Nie di Kecamatan Johan Pahlawan.

Kondisi tersebut sangat terasa di waktu-waktu tertentu, seperti pagi hingga siang hari. "Dan bahkan, saat malam hari," terangnya.




Pewarta: Muhammad Said
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026