Lhokseumawe (ANTARA Aceh) - Badan Metreologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Malikussaleh, Provinsi Aceh, mengimbau kepada masyarakat supaya mewaspadai terjadinya petir, karena sedang masa transisi terhadap kondisi cuaca di wilayah Aceh.
Kepala Stasiun BMKG Malikussaleh Nasrol Adil, di Lhokseumawe Sabtu mengatakan, bahwa potensi petir kemungkinan dapat terjadi kapan saja disaat kondisi transisi cuaca seperti saat sekarang. Dimana, sekarang kondisi cuaca sedang masa transisi yang terjadi antara bulan Agustus dan Oktober.
Sebutnya, pada masa transisi cuaca tersebut, sebaiknya warga menghindari kawasan yang berair dan terbuka. seperti sawah, sungai dan lain sebagainya. Karena petir dapat dengan mudah menyambar pada lokasi-lokasi seperti itu.
"Sebaiknya jika sedang kondisi sedang petir, sebaiknya masuk kedalam rumah sebagai tempat perlindungan dari bahaya petir dan juga tidak mengaktifkan handphone," ungkap Nasrol.
Dijelaskan oleh Kepala BMKG Malikussaleh tersebut, tanda-tanda akan terjadinya petir ditandai dengan terbentuknya awan hitam dan juga ada awan putih pada siang hari sekitar pukul 11 hingga pukul 14.00. Serta pada pukul 16.00 hingga menjelang magrib.
"Pada kondisi-kondisi seperti itu, warga harus mewasapadai adanya petir serta menghindari tempat-tempat yang berpotensi terjadinya petir," jelas Nasrol.
Sebagaimana diketahui, di Aceh Utara tepatnya di Kompleks perumahan Asea, Kecamatan Dewantara, pada Sabtu siang (7/10) lalu, sambaran petir mengenai 10 pelajar dan dua orang pedagang makanan jajanan. Dua diantaranya meninggal dunia dan sisanya harus mendapat perawatan dirumah sakit setempat.
Pewarta: MukhlisUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026