Banda Aceh (ANTARA) - Universitas Syiah Kuala (USK) menyatakan akan membebaskan uang kuliah tunggal (UKT) hingga selesai studi bagi mahasiswa yang keluarganya meninggal dunia dalam bencana banjir dan longsor.
"Kita akan memberikan bebas UKT hingga selesai kuliah. Data yang telah masuk baru satu orang dan kita akan memastikan data secara lengkap sehingga seluruh mahasiswa terdampak terdata," kata Rektor USK Prof Marwan di Darussalam, Banda Aceh, Jumat.
Pernyataan itu disampaikan terkait sejumlah program yang dijalankan USK dalam masa tanggap darurat bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh.
Ia menyebutkan sesuai dengan data yang telah dihimpun jumlah mahasiswa terdampak dari USK sebanyak 3.878 oeang yang tersebar di daerah bencana yang melanda Aceh.
"Kita terus melakukan pendataan dan ikut mengklasifikasi setiap mahasiswa terdampak sehingga mereka mendapatkan program bantuan yang tepat sasaran," katanya.
Menurut dia untuk bantuan baik yang telah disalurkan akan dilakukan sesuai dengan data yang telah dihimpun oleh kampus dan dilaporkan ke kementerian.
"Ada yang kita berikan bebas UKT sampai akhir studi, ada beberapa semester dan semua akan kami putuskan sesuai dengan klasifikasi mahasiswa terdampak. Mereka juga akan mendapat biaya hidup," katanya.
USK berkomitmen untuk memberikan perhatian serius termasuk lewat Rumah Amal USK sehingga seluruh mahasiswa terdampak tetap dapat melanjutkan studi.
Direktur Rumah Amal Masjid Jamik Universitas Syiah Kuala Tedy Kurniawan Bakri menyebutkan dari total donasi Rp2,2 miliar yang diterima, sebanyak Rp1,3 miliar telah disalurkan ke daerah terdampak.
Tedy yang turut didampingi Ketua Satgas Respons Senyar Universitas Syiah Kuala Prof. Syamsidik mengatakan pihaknya telah mendistribusikan logistik berupa air mineral, beras, sarden, mie instan dan pakaian wanita.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: USK bebaskan uang kuliah mahasiswa yang keluarganya meninggal dunia
