Aceh Tamiang (ANTARA) - Pecinta Alam Mahasiswa bersama Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (Palawa-IKA Unpad) merealisasikan program air bersih berikut toren/tandon dan filternya yang mampu mengolah air layak konsumsi untuk masyarakat terdampak banjir di Desa Pahlawan, Kabupaten Aceh Tamiang.

"Melalui penyaringan filter air ini, air yang tadinya keruh bisa langsung diminum tanpa harus direbus. Insya Allah aman karena keluarga saya sudah buktikan filter air ini aman," kata Sofyan, relawan Palawa Unpad di Aceh Tamiang, Jumat.

Ia mengatakan toren dan filter air tersebut merupakan hasil donasi yang digalang Palawa dan IKA Unpad sebagai program sarana air bersih di daerah bencana, bantuan sarana air bersih ini dimanfaatkan untuk umum.

Seperti diketahui, pascabencana hidrometeorolog akhir November 2025 lalu, sumber air warga seperti sumur tertimbun lumpur. Kemudian setelah banjir, Aceh Tamiang dilanda musim kemarau panjang sehingga terjadi krisis air bersih.

"Setelah bencana banjir banyak warga mengalami krisis air bersih. Sudah dua bulan lebih tidak pernah turun hujan di Aceh Tamiang, sumur-sumur pun sudah pada kering," ujarnya.

Untuk kebutuhan air bersih warga selama ini, kata Sofyan, disuplai oleh PMI, BPBD dan PT Pertamina Rantau minimal lima-enam hari sekali. Meski pelayanan PDAM setempat sudah normal, tetapi sebagian besar masyarakat di Desa Pahlawan tidak berlangganan, warga memilih buat sumur bor secara mandiri.

Baca: Pertamina suplai air bersih untuk warga terdampak kekeringan di Aceh Tamiang

"Setiap minggu warga di sini kekurangan air bersih. Warga hanya mengandalkan bantuan air dari instansi pemerintahan dan pihak swasta," kata Sofyan.

Sementara itu, Koordinator Relawan Palawa dan IKA Unpad, Riza Fahriza yang juga Kepala Biro ANTARA Jawa Barat (Jabar) mengatakan, selama ini tim terus intens berkomunikasi dengan para relawan-relawan di daerah bencana sumatera, termasuk Aceh Tamiang terkait perkembangan serta kebutuhan pascabencana. 

Pihaknya menerima laporan bahwa kondisi terkini dari Aceh Tamiang, masyarakat korban bencana sering mengalami krisis air bersih. Karena itu, program mereka akan terus dilanjutkan.

"Program sarana air bersih kami selanjutnya akan dilengkapi dengan membangun sumur bor sebagai air baku di Posko PALAWA Unpad Desa Pahlawan, Aceh Tamiang, agar tidak terus bergantung dengan pasokan air bersih dari pihak ketiga," katanya.

Di sisi lain, kata Riza, relawan Palawa Unpad saat ini masih terus menggalang donasi dari donatur untuk membantu korban bencana atau pengungsi yang bakal menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1447 Hijriah.

"Ada rencana target kami mau menggalang dana buat bantuan perlengkapan shalat terdiri dari mukena, sarung dan Al Quran. Insya Allah untuk Ramadhan sudah ada dari Bidang Zakat Unpad," demikian Riza Fahriza.

Baca: Polri bangun 300 sumur bor untuk air bersih korban bencana di Aceh Tamiang



Pewarta: Dede Harison
Editor : M.Haris Setiady Agus

COPYRIGHT © ANTARA 2026