Banda Aceh (ANTARA) - Polda Aceh menyatakan angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya di provinsi ujung barat Indonesia tersebut pada 2025 turun dibandingkan pada tahun sebelumnya.
Wakapolda Aceh Brigjen Pol Ari Wahyu Widodo di Banda Aceh, Jumat, mengatakan jajaran kepolisian terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam tertib berlalu lintas guna menekan angka kecelakaan di jalan raya.
"Angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya di wilayah hukum Polda Aceh sepanjang Januari hingga Desember 2025 turun sebanyak 450 kejadian dibandingkan periode yang sama pada 2024 atau sebesar 13 persen," kata Ari Wahyu Widodo.
Perwira tinggi kepolisian itu menyebutkan angka kecelakaan di Aceh sepanjang 2025 mencapai sebanyak 3.068 kejadian. Sedangkan angka kecelakaan lalu lintas pada 2024 sebanyak 3.518 kejadian.
Untuk korban meninggal dunia, kata dia, juga mengalami penurunan sebesar sembilan persen atau sebanyak 62 orang. Angka korban meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas pada 2025 sebanyak 604 orang. Sedangkan pada 2024 mencapai 666 orang.
"Namun untuk korban luka berat, terjadi peningkatan sebanyak 37 orang atau 11 persen pada 2025. Angka korban luka berat dalam kecelakaan lalu lintas di Aceh pada 2025 sebanyak 366 orang. Sedangkan pada 2024 mencapai 329 orang," kata Wakapolda.
Sedangkan korban luka ringan terjadi penurunan sebanyak 1.030 orang dari 5.490 orang pada 2024 turun menjadi 4.460 orang pada 2024 atau sebesar 19 persen, kata Ari Wahyu Widodo.
Untuk pelanggaran lalu lintas, Wakapolda menyebutkan terjadi penurunan hingga 40,2 persen. Pelanggaran lalu lintas pada 2025 sebanyak 19.614 pelanggaran, sedangkan pada 2024 sebanyak 32.797 pelanggaran.
"Untuk korban kecelakaan dan pelanggaran, dominannya usia produktif 18 hingga 40 tahun. Turunnya angka kecelakaan ini menunjukkan kinerja fungsi lalu lintas pada 2025 menunjukkan tren positif," kata Ari Wahyu Widodo.
