Aceh Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur menutup lintasan Peunaron-Lokop karena ada pemasangan jembatan aramco menggantikan sementara jembatan yang sebelumnya terputus akibat banjir bandang.
Camat Peunaron Muhammad di Aceh Timur, Selasa, mengatakan penutupan jalur tersebut mulai sejak Rabu (21/1) pukul 08.30 WIB. Penutupan lintasa diperkirakan berlangsung lebih enam hari.
"Berdasarkan analisa pekerjaan, pengerjaan memakan waktu di atas enam hari. Mulai Rabu (21/1), lintasan ditutup dari dua arah, agar tidak mengganggu pemasangan jembatan dan membahayakan pengguna jalan," katanya.
Lokasi jembatan berada di Gunung Putus, Kecamatan Peunaron. Jembatan tersebut berada di jalan lintas provinsi, persisnya di perbatasan antara Kecamatan Peunaron dengan Kecamatan Ranto Peureulak.
Proses pengerjaan pemasangan jembatan aramco tersebut mulai dilakukan Senin 19 Januari 2026. Pengerjaan pemasangan jembatan tersebut diperkirakan selesai sepekan ke depan.
Ia mengatakan jembatan aramco tersebut bantuan Kodim 0104/Aceh Timur. Pengerjaannya melibatkan alat berat bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Baca: Jembatan aramco kembali hubungkan warga Birem Bayeun Aceh Timur
"Sesuai arahan Bupati Aceh Timur, alat berat didatangkan dari BNPB. Mudah-mudahan, pemasangan jembatan jenis aramco ini selesai dalam sepekan," kata Muhammad.
Muhammad menambahkan aparatur desa bersama masyarakat ikut bergotong royong membantu pemasangan jembatan sementara tersebut agar pengerjaannya cepat selesai.
"Lintas yang melewati jembatan ini merupakan akses masyarakat ke Lokop, dan sebaliknya. Dengan selesainya pemasangan jembatan aramco ini, maka akses dari dan ke pedalaman Kabupaten Aceh Timur kembali lancar pascabencana," kata Muhammad.
Sebelumnya, jembatan tersebut terputus akibat banjir bandang akhir November 2025. Jembatan tersebut sempat diperbaiki menggunakan batang pohon kelapa.
Namun, kondisi tersebut tidak bertahan lama karena pohon kelapa yang digunakan amblas dan tidak mampu menahan tonase kendaraan bermuatan seperti mengangkut sawit.
Muhammad mengatakan pihak kecamatan bersama masyarakat mengapresiasi BNPB, TNI, dan Polri serta aparatur desa dan donatur yang sudah berpartisipasi dalam pembangunan jembatan darurat tersebut.
"Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky yang sudah mengarahkan kami dalam mengawasi dan membina wilayah kerja kami selama ini," kata Muhammad.
Baca: Puluhan titik ruas jalan rusak akibat banjir di Aceh Timur
