Aceh Tamiang (ANTARA) - Sejumlah harga kebutuhan pokok yang dijual di pasar tradisional Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang masih stabil meski aktivitas di sana belum sepenuhnya pulih pascabencana banjir bandang.
Salah seorang pedagang, Agus (38) saat ditemui, Senin (26/1), di Aceh Tamiang, mengatakan rata-rata harga bahan untuk kebutuhan dapur masih relatif stabil, bahkan ada yang menurun. Meski demikian, daya beli masyarakat masih rendah pada masa pemulihan bencana ini.
"Harga cabai, bawang, telur ayam dan termasuk sayuran turun. Kayak (seperti) harga cabai merah minggu kemarin Rp28 ribu per kilogram, kini turun Rp22-Rp24 ribu per kilogram," kata Agus.
Kemudian, untuk harga telur ayam dari Rp60 ribu per papan turun menjadi Rp57 ribu, atau sekitar Rp1.850 per butir.
Agus sendiri baru membuka lapak jualannya sebulan pascabanjir benar-benar surut. Tetapi, hingga dua bulan setelah banjir, ia belum melihat transaksi jual beli yang signifikan di pasar andalan warga kota tersebut.
"Mudah-mudahan menjelang bulan suci Ramadhan tahun ini, pasar ramai lagi seperti sediakala sebelum banjir," ujarnya.
Hal senada juga disampaikan pedagang lainnya, Hendi Dayat mengatakan, seiring percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi, aktivitas pasar mulai ramai dibandingkan pada awal bencana.
Sedangkan untuk harga bahan pokok juga masih normal, tidak ada kenaikan jelang meski menjelang masuknya bulan suci Ramadhan pada Februari 2026 mendatang.
"Malah harga-harga cabai kecil, merah, hijau dan bawang sudah pada turun. Bagus lah, jadi pembeli tidak takut belanja ke pasar kalau semua murah," katanya.
Disisi lain, pedagang sembako mitra Bulog di pasar tradisional Kota Kuala Simpang, Uwais Alkarni mengatakan sejauh ini stok beras, minyak, gula, telur ayam di grosir dan toko masih cukup aman.
Uwais menceritakan, tiga hari pascabanjir surut, harga sembako pernah melonjak tajam, tetapi dalam dua bulan terakhir kembali berangsur normal.
"Pelan-pelan, walaupun tidak semuanya turun. Kayak minyak goreng masih agak tinggi, kalau telur turun, beras turun," katanya.
Ia menambahkan, untuk harga beras kelas premium saat ini di kisaran Rp185 ribu per sak ukuran 15 kg. Tetapi,.saat ini jarang warga ke pasar mencari beras karena masih banyak stok beras bantuan sosial di rumah masing-masing.
"Itu juga memicu daya beli masyarakat rendah karena di rumah masing-masing bantuan sembako masih banyak," demikian Uwais Alkarni.
Baca juga: Dua layanan berat RSUD Aceh Tamiang sudah berfungsi
Pewarta: Dede HarisonEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026