Calang (ANTARA) - Seluas 90 hektare lahan persawahan di Kecamatan Krueng Sabee Kabupaten Aceh Jaya, mengalami kekeringan akibat musim kemarau panjang yang melanda wilayah setempat sejak awal awal Januari 2026.

"Luasan lahan kekeringan akibat kemarau saat ini capai 90 hektare lebih di Kecamatan Krueng Sabee, dan  sedang melakukan olah tanah," Kata Kepala Dinas Pertanian Aceh Jaya Dailami, di Aceh Jaya, Kamis. 

Dialami mengatakan, pihaknya memberikan perhatian penuh terhadap kondisi ini, mengingat hampir seluruh sawah di wilayah tersebut merupakan tadah hujan. 

"Upaya kita saat ini adalah dengan mencari sumber air terdekat yang ada, kemudian kita memberikan bantuan mesin sedot air yang ada di brigade pangan untuk dapat di gunakan para petani," ujarnya.

Baca: Teknologi mina padi dukung tingkatkan ketahanan pangan

Dailami menjelaskan, upaya jangka panjang, pihaknya bersama pihak PUPR Aceh Jaya juga telah meninjau daerah irigasi Blang Jempuk untuk mengairi air ke persawahan, tetapi  setelah di cek, air dalam bendungan tersebut juga belum tercukupi.

"Untuk saluran sudah siap semua, tinggal mengaliri, tapi air tidak ada dalam bendungan, namun kita terus berupaya mencari solusi terbaik kepada para petani. Kita juga sudah mengusulkan irigasi perpompaan, perpipaan ke pusat, dan tinggal diverifikasi," katanya.

Dirinya berharap, kepada para petani di wilayah tersebut untuk dapat terus semangat meskipun sedang mengalami kekeringan, pemerintah terus berusaha mencarikan solusinya.

"Pemkab Aceh Jaya dalam hal ini dinas pertanian akan terus berusaha agar ke depan pertanian di Aceh Jaya semakin baik lagi," demikian Dailami.

Baca: Harga minyak nilam di Aceh Jaya turun jadi Rp700 ribu, petani tak mau menjual



Pewarta: Arif Hidayat
Editor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026