Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya, Provinsi Aceh, memperpanjang status tanggap darurat bencana hidrometeorologi hingga dua pekan ke depan karena penanganan banjir bandang belum tuntas.
Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi di Pidie Jaya, Rabu, mengatakan perpanjangan status tanggap darurat berlangsung selama 14 hari terhitung 29 Januari hingga 12 Februari 2026. Perpanjangan tersebut merupakan yang kelima kalinya.
"Perpanjangan ini karena masih berlangsungnya proses penanganan darurat banjir bandang yang melanda akhir November 2025 dan pemulihan awal di wilayah terdampak banjir bandang," katanya.
Baca juga: Polri salurkan bantuan Al Quran kepada pesantren terdampak banjir
Bupati mengatakan keputusan perpanjangan masa tanggap darurat bencana ditetapkan dalam rapat bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pidie Jaya pada Selasa (27/1) malam.
Menurut Bupati, rapat tersebut memutuskan perpanjangan status tanggap darurat karena beberapa kondisi penanganan yang belum selesai. Seperti banyak fasilitas publik seperti kantor kepala desa, meunasah, sekolah, dan lainnya masih tertimbun lumpur.
Begitu juga dengan ruas jalan di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi masih ada yang tertimbun lumpur dan bahkan sudah mengeras, sehingga sulit dibersihkan tanpa dukungan alat berat.
"Perpanjangan status tanggap darurat bencana ini sebagai langkah strategis dan memastikan penanganan darurat pascabencana berjalan optimal, terkoordinasi, dan berkelanjutan," kata Sibral Malasyi.
Bupati menyebutkan perpanjang status tanggap darurat bencana tersebut juga untuk memastikan penyediaan logistik, layanan kesehatan, air bersih, dam perlindungan kelompok rentan terpenuhi.
"Perpanjangan status tersebut juga diperlukan guna mempercepat penyediaan hunian bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025," katanya.
Bupati mengharapkan perpanjang status tanggap darurat bencana tersebut bermanfaat bagi masyarakat terdampak, sekaligus menjadi fondasi dalam memasuki masa rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
"Kami juga menegaskan komitmen Pemkab Pidie Jaya untuk terus hadir dan memastikan keselamatan dan pemulihan masyarakat menjadi prioritas utama. Kami juga berharap koordinasi dan sinergi lintas sektor berjalan efektif, sehingga penanganan bencana berjalan cepat dan tepat," kata Sibral Malasyi.
Baca juga: Polres Pidie Jaya gratiskan air minum untuk warga terdampak bencana
Pewarta: M.Haris Setiady AgusEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026