Banda Aceh (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Besar menyatakan memperkuat berbagai kanal informasi sebagai bagian dari respons cepat dalam memberikan respon peringatan dini kepada masyarakat terhadap bencana.

“Kita akan memanfaatkan beragam kanal informasi yang ada sebagai bagian dari peringatan dini kepada masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati, sehingga dampak bencana dapat diminimalkan dan tidak menimbulkan korban jiwa,” kata Kepala BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil di Lambaro, Senin.

Ia menjelaskan peringatan dini terhadap bencana akan disampaikan melalui whatsapp group, sirine, radio, televisi, media sosial, aplikasi mobile, hingga pengeras suara di pemukiman penduduk seperti meunasah agar masyarakat menerima informasi secepat mungkin.

Menurut dia, penyampaian informasi secara cepat kepada masyarakat merupakan bagian dari mitigasi bencana dan penanganan cepat guna mencegah dampak dari bencana alam yang dapat terjadi kapan saja.

Selain memperkuat multi kanal peringatan dini, BPBD Aceh Besar juga melakukan penguatan kapasitas respon cepat dan simulasi warga melalui simulasi berbasis alarm yaitu menggelar simulasi evakuasi mandiri yang melibatkan masyarakat langsung dan warga dilatih untuk mengenali jenis bunyi sirine agar tahu kapan harus langsung bergerak mencari tempat aman.

Kemudian siaga lintas sektor yakni dengan menetapkan status siaga secara taktis sesuai prediksi cuaca ekstrem dari BMKG yang diiringi penempatan alat berat di jalur rawan longsor seperti daerah perbukitan dan jalan lintas barat.

Selanjutnya adalah siaga anggota Tim Reaksi Cepat lintas sektor agar berbagai penanganan dalam setiap bencana yang terjadi dapat dilakukan secara terpadu.



Pewarta: M Ifdhal
Editor : Febrianto Budi Anggoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026