Banda Aceh (ANTARA) - PT PLN (Persero) menyatakan bahwa pemulihan kelistrikan di Aceh pascabencana hidrometeorologi hanya tersisa pada 13 desa, dari total 6.500 desa yang mengalami gangguan listrik akibat bencana Aceh pada akhir November 2025.

Ini artinya layanan listrik yang sudah kembali hidup mencapai 6.487 desa se-Aceh.

"13 desa lagi belum teraliri listrik, sebanyak 6.487 desa atau sekitar 99,8 persen desa di Aceh telah kembali menikmati aliran listrik," kata General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh Eddi Saputra di Banda Aceh, Senin.

Baca juga: PLN tuntaskan relokasi SUTT antisipasi longsor di Aceh Tengah
 

Adapun 13 desa yang belum teraliri listrik paling banyak berada di Kabupaten Aceh Tengah, yakni mencapai delapan desa. Sedangkan sisanya masing-masing satu desa berada di Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Aceh Barat, dan Aceh Tamiang.


Andalkan genset

Eddi menyampaikan, selama proses perbaikan jaringan listrik terus berjalan, 13 desa tersebut mendapatkan pasokan energi listrik melalui dukungan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). 

"Meskipun jaringan distribusi belum pulih total akibat kendala akses, kehadiran genset darurat di desa-desa tersebut menjadi solusi agar aktivitas masyarakat tidak terhenti," ujarnya.

Eddi menuturkan, tantangan terbesar dalam proses pemulihan ini adalah kondisi kerusakan infrastruktur jalan darat yang terputus total menuju lokasi-lokasi terisolir. 

Tercatat ada 171 titik longsor yang menutup akses jalan ditambah lagi 14 jembatan rusak. Kondisi tersebut membuat mobilisasi alat berat dan material kelistrikan mengalami hambatan serius menuju 13 desa tersebut.

“Komitmen kami adalah pemulihan jaringan permanen secepat mungkin. Namun, keselamatan petugas dan kemampuan akses alat berat sangat bergantung pada kondisi infrastruktur jalan," katanya.

“Petugas kami di lapangan terus bersiaga di titik terdekat dengan lokasi longsor. Begitu akses memungkinkan untuk dilewati, tim teknis kami akan langsung masuk untuk melakukan perbaikan tiang dan kabel yang roboh akibat bencana,” demikian Eddi Eddi Saputra.


Baca juga: Dirut PLN: Semua gardu induk di Aceh sudah bertegangan



Pewarta: Rahmat Fajri
Editor : Febrianto Budi Anggoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026