Banda Aceh (ANTARA) - Ramadhan merupakan bulan yang penuh kemuliaan, keberkahan, dan pengampunan dosa bagi umat Islam. Bukan hanya sekadar kewajiban menahan rasa lapar dan dahaga, Ramadhan juga menjadi momentum bagi setiap muslim untuk meningkatkan ketakwaan, membersihkan jiwa dan hati, memperbanyak amal ibadah, serta mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. 

Dalam satu bulan Ramadhan, terdapat 10 hari terakhir yang sangat istimewa, yaitu mulai dari tanggal 21 hingga 30 Ramadan. Dalam buku 10 Malam Terakhir Ramadan karya Syaikh ‘Abdullah al-Jarullah dijelaskan bahwa Rasulullah SAW mengkhususkan 10 hari terakhir bulan Ramadhan dengan amalan-amalan yang tidak beliau lakukan pada bulan-bulan lainnya. 

Imam Muslim meriwayatkan dari Aisyah radhiallahu ‘anha: 
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersungguh-sungguh dalam sepuluh hari terakhir (Ramadhan), melebihi kesungguhan beliau pada hari-hari lainnya.” 

Dalam riwayat hadis marfu’ dari Abu Ja’far Muhammad bin Ali disebutkan: 
“Barangsiapa mendapati Ramadan dalam keadaan sehat dan sebagai seorang muslim, lalu ia berpuasa pada siang harinya dan melakukan salat pada sebagian malamnya, menundukkan pandangannya, menjaga kemaluan, lisan, dan tangannya, serta menjaga salat berjamaah dan bersegera menuju salat Jumat, maka sungguh ia telah berpuasa sebulan penuh, menerima pahala yang sempurna, mendapatkan Lailatul Qadar, serta beruntung dengan hadiah dari Tuhan Yang Maha Suci dan Maha Tinggi.” Abu Ja’far berkata bahwa hadiah tersebut tidak serupa dengan hadiah-hadiah para penguasa. (HR. Ibnu Abid-Dunya). 

Baca juga: Kemenag Aceh Besar tetapkan zakat fitrah sebesar 2,8 kg



Keistimewaan Malam Lailatul Qadar 

Di antara 10 malam terakhir Ramadhan, terdapat satu malam yang sangat dimuliakan dan diistimewakan, yaitu malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Malam ini merupakan karunia Allah SWT yang penuh keberkahan, sebagaimana firman-Nya:qp

“Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Qur’an) pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, yaitu urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah yang mengutus rasul-rasul.” (QS. Ad-Dukhan [44]: 3–5) 

Umat Islam membaca Al Quran saat beriktikaf di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (20/3/2025). Memasuki 10 hari terakhir bulan suci Ramadhan kaum muslim memadati masjid untuk menambah amalan dan meningkatkan ibadah di bulan Ramadhan guna mengharapkan malam Lailatulkadar. (ANTARA FOTO/FATHUL HABIB SHOLEH)

 

Pada malam ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Beberapa amalan yang dapat dilakukan di antaranya:

  1. Menghidupkan malam dengan salat malam (qiyamul lail) Amalan ini merupakan anjuran yang langsung dipraktikkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama keluarganya. Salat malam yang dapat dilakukan antara lain salat tarawih, witir, dan tahajud.  At-Thabarani meriwayatkan dari Ali radhiallahu ‘anhu:  Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membangunkan keluarganya pada sepuluh malam terakhir Ramadan, baik anak-anak maupun orang tua yang mampu untuk melaksanakan salat.” 
  2. Memperbanyak membaca dan mentadabburi Al-Qur’an Membaca dan memahami makna Al-Qur’an tidak hanya mendatangkan pahala dan pengampunan dosa, tetapi juga mendekatkan hati seorang hamba kepada Allah SWT. 
  3. Memperbanyak doa, terutama memohon ampunan Memperbanyak doa, khususnya memohon ampunan, sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Aisyah radhiallahu ‘anha meriwayatkan: Aku pernah bertanya kepada Rasulullah, ‘Wahai Rasulullah, doa apa yang sebaiknya aku baca jika aku mendapati Lailatul Qadar?’ Beliau menjawab, ‘Bacalah: Allhumma innaka ‘afuwwun tuibbul ‘afwa fa‘fu ‘ann (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku).’” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad). 
  4. I’tikaf di masjid,  yang artinya berdiam diri di masjid dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah melalui berbagai ibadah. Dengan melakukan i’tikaf, seorang muslim dapat lebih fokus dan khusyuk dalam beribadah. 

Baca juga: Korban banjir di Nagan Raya menikmati Ramadhan tanpa listrik di tenda pengungsian

 

Waktu Datangnya Lailatul Qadar 

Malam Lailatul Qadar tidak diketahui secara pasti kapan datangnya. Namun Rasulullah SAW memberikan petunjuk bahwa malam tersebut berada di antara sepuluh malam terakhir Ramadhan, khususnya pada malam-malam ganjil. 

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, Rasulullah SAW bersabda: 
“Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadan.” (HR. Bukhari)

Dirahasiakannya waktu pasti Lailatul Qadar bertujuan agar umat Islam semakin bersungguh-sungguh dan berlomba-lomba memperbanyak ibadah selama sepuluh malam terakhir Ramadan.

Dengan segala keutamaan yang dimiliki sepuluh hari terakhir Ramadan, setiap muslim dianjurkan untuk memanfaatkannya sebaik mungkin. Momentum ini menjadi kesempatan berharga untuk memperbanyak ibadah, memperbaiki diri, serta memohon ampunan kepada Allah SWT. Semoga dengan kesungguhan dalam beribadah, kita termasuk di antara hamba-hamba yang diberi kesempatan meraih keberkahan malam Lailatul Qadar dan mendapatkan ampunan-Nya.

 



Editor : Febrianto Budi Anggoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026