Aceh Tamiang (ANTARA) - Direktur Utama (Dirut) PLN Darmawan Prasodjo menyatakan bahwa semua gardu induk di Aceh sudah memiliki tegangan pasca terputus akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh akhir November 2025 lalu.
"Semua gardu induk di Aceh sudah bertegangan. Sistem kelistrikan transmisi dan pembangkit berfungsi dengan baik," kata Direktur Utama (Dirut) PLN Darmawan Prasodjo, di Kantor PLN ULP Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Rabu.
Darmawan menjelaskan, dua jalur transmisi yang sebelumnya terputus akibat bencana yakni dari Arun - Bireuen dan Pangkalan Brandan - Langsa kini sudah tersambung, bahkan sudah berhasil membangun jalur kedua.
"Tadi malam kami sudah berhasil membangun jalur kedua, sehingga keadaan sistem kelistrikan di Aceh meningkat drastis," ujarnya.
Sejak terjadinya bencana, kata Darmawan, tim PLN terus berusaha memulihkan aliran listrik dari desa ke desa. Sejauh ini, dari 6.500 desa di Aceh, ada 180 desa yang masih padam. Karena itu, pihaknya terus berjuang di lapangan, terutama pada desa-desa yang masih gelap dan terisolasi.
"Saat ini sedang dibangun jalur akses ke desa-desa tersebut, yakni tiang-tiang listrik segera ditegakkan kembali, kemudian jaringan kami dipulihkan, sehingga dari hari ke hari ini ada peningkatan cukup baik, jumlah desa-desa yang padam semakin turun," katanya.
Pada kesempatan ini, Darmawan juga menyampaikan bahwa petugas PLN juga menjadi bagian dari relawan, di mana mereka membantu perbaikan instalasi listrik, sekaligus pembersihan layanan publik kesehatan meliputi 34 RSUD dan Puskesmas.
"Kemudian juga ada 15 masjid yang kami usahakan untuk instalasi listriknya kami pulihkan dan juga kami bantu untuk bersihkan," ujarnya.
"Kami mengucapkan terima kasih atas arahan dari Bapak Presiden Prabowo Subianto yang dari awal memberi arahan kepada kami untuk turun ke lapangan, tim kami kerahkan semuanya, bahkan berkantor di Aceh," demikian Darmawan Prasodjo.
