Banda Aceh (ANTARA) - Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M Nasir meminta Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dan instansi terkait mempercepat penanganan pascabencana baik mengenai hunian sementara (Huntara) maupun logistik untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan nyaman.
"Fokus utama pemerintah saat ini adalah memindahkan pengungsi dari tenda darurat ke huntara yang lebih layak," kata M Nasir dalam keterangannya, di Banda Aceh, Selasa.
Perihal tersebut ditegaskan dalam rapat koordinasi evaluasi progres penanganan bencana sekaligus kesiapan menyambut bulan suci Ramadhan, di kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh.
M Nasir menekankan, stabilitas kebutuhan pokok dan kelayakan tempat tinggal adalah harga mati menjelang Ramadhan.
Di mana, saat ini sebanyak 6.060 unit huntara telah dibangun, tetapi masih ada masyarakat terdampak bencana yang bertahan di tenda darurat.
"Tidak boleh ada masyarakat yang tidak memiliki kepastian tempat tinggal. Saya minta percepat relokasi dari tenda ke huntara yang representatif. Hunian bukan sekadar tempat berteduh, tapi menyangkut martabat dan perlindungan warga," ujarnya.
Baca: BPBD: Progres pembangunan huntara di Pidie Jaya capai 80 persen
Selain huntara, pemerintah telah merampungkan 104 unit hunian tetap (huntap) di Aceh Utara. Bagi warga yang masih menunggu proses pembangunan, pemerintah memastikan penyaluran Dana Tunggu Harian (DTH) sebesar Rp600 ribu per orang tetap berlanjut.
Terkait logistik, M Nasir mewanti-wanti agar tidak terjadinya tumpang tindih anggaran antara APBA, BNPB, dan Kemensos. Karena itu, diharapkan agar pendistribusian bantuan harus berbasis data terverifikasi dan diperbarui secara berkala.
"Hindari pemborosan anggaran. Koordinasi antara BPBA, Dinas Sosial, dan kabupaten/kota harus intensif. Pastikan tidak ada satu pun wilayah terdampak yang luput dari distribusi logistik," katanya.
Dari sisi kesehatan, lanjut dia, meski 307 dari 309 Puskesmas sudah kembali beroperasi, tetapi diharapkan adanya penguatan layanan hingga tiga bulan ke depan, terutama di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, dan Gayo Lues. Trauma healing bagi anak-anak dan perempuan menjadi prioritas.
Ia menegaskan, Pemerintah Aceh menargetkan seluruh akses jalan desa kembali normal dalam sebulan ke depan. "Maka, jembatan bailey menjadi solusi prioritas yang ditargetkan rampung pada Juli mendatang," ujarnya.
Ia menambahkan, mengingat adanya peringatan BMKG mengenai potensi hujan lebat hingga 25 Februari 2026, diharapkan kepada tim SAR tetap selalu bersiaga 24 jam.
"Kita harap tim SAR bersiaga 24 jam, dan terus memperkuat sistem mitigasi berdasarkan pengalaman bencana sebelumnya," demikian M Nasir.
Baca: Penyintas bencana di Aceh biayai pembersihan rumah hingga Rp6 juta
Pewarta: Rahmat FajriEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026