Banda Aceh (ANTARA) - Hasil pemeriksaan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh melalui kegiatan Tribakti Pangan Aman menyatakan warung kopi (warkop) di Aceh terbebas dari formalin dan boraks.
“Selain itu, dari hasil pemantauan, seluruh warkop yang kami kunjungi juga
terbukti tidak menjual produk ilegal atau produk tanpa izin edar,” kata Penanggung jawab inovasi BBPOM dalam Program Sanger Ureueng Aceh, Rosihan Maulana Arby, di Banda Aceh, Jumat.
Dia menjelaskan, hasil tersebut didapatkan setelah melakukan pengambilan sampel dan pengujian terhadap berbagai jenis makanan di 10 warkop Aceh pada Senin (24/2) dan Kamis (27/2).
“Pada tahap pertama, dilakukan uji terhadap delapan jenis makanan, seperti lontong, tahu, kerupuk, dan mi kuning. Sementara pada tahap kedua, dilakukan pengujian terhadap delapan sampel pangan lainnya,” katanya.
Baca juga: BBPOM Aceh dan SAKA kawal keamanan pangan di warkop lewat Tribakti Pangan Aman
Hasil uji sederhana yang dilakukan bersama
Satuan Karya Pengawasan Obat dan Makanan (SAKA POM) Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kota Banda Aceh menunjukkan bahwa seluruh sampel yang diperiksa bebas dari bahan berbahaya.
“Bebas dari bahaya seperti formalin dan boraks, sehingga aman untuk dikonsumsi,” katanya.
Sementara itu, Ketua Tim Komunikasi, Informasi, dan Edukasi BBPOM Aceh, Desi Ariyanti Ningsih, menyampaikan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program dalam menyambut bulan suci Ramadan 1446 H untuk memastikan bahwa masyarakat Aceh mendapatkan pangan yang aman menjelang Ramadan
“Kesadaran masyarakat dalam memilih produk yang aman dan legal sangat penting agar terhindar dari risiko kesehatan,” katanya.
Dia berharap, kegiatan Sanger Ureueng Aceh ini dapat terus memberikan edukasi kepada masyarakat, sekaligus meningkatkan pengawasan terhadap produk pangan yang beredar di wilayah Aceh.
“Dengan sinergi yang kuat antara BBPOM dan berbagai pemangku kepentingan, keamanan pangan di Aceh dapat terus terjaga demi kesehatan masyarakat,” katanya.
Baca juga: Tim gabungan sasar judi online di warkop Banda Aceh