Aceh Barat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mencatat adanya kenaikan harga jual sejumlah harga bahan pokok dan kebutuhan dapur menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, dalam inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pedagang di Pasar Bina Usaha Meulaboh.

“Ada kenaikan sejumlah komoditi bahan pokok, naiknya sedikit, belum melebihi harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah,” kata Bupati Aceh Barat Tarmizi didampingi Plt Sekdakab Dr Kurdi dan pejabat terkait di Aceh Barat, Rabu.

Ada pun jenis kenaikan harga jual tersebut yaitu cabai merah mengalami kenaikan dari Rp30.000,- per kilogram menjadi Rp40.000,- per kilogram, beras premium (Yusima) mengalami kenaikan sekitar Rp900 per kilogram dari sebelumnya Rp15.400,- per kilogram naik menjadi Rp16.300,- per kilogram.

Kemudian komoditi ayam pedaging (ayam potong) juga mengalami kenaikan harga sebesar Rp2.500 per kilogram dari sebelumnya Rp30.000,- per kilogram naik menjadi Rp32.500,- per kilogram. Harga telur juga mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp30.000,- per kilogram naik menjadi Rp32.500,- ribu per kilogram, gula pasir juga mengalami kenaikan dari harga jual sebelumnya Rp15.700 per kilogram naik menjadi Rp18.500 ribu per kilogram.

Harga jual bawang merah dan bawang putih juga tercatat mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp30.000 per kilogram naik menjadi Rp35.000,- per kilogram.

Bupati mengatakan naiknya sejumlah komoditi bahan pokok dan bumbu dapur tersebut dipicu akibat tingginya permintaan masyarakat menjelang hari tradisi meugang menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Bupati Aceh Barat Tarmizi didampingi Plt Sekdakab Dr Kurdi bersama sejumah pejabat terkait melakukan inspeksi harga barang ke sejumlah pedagang di Kompleks Pasar Induk Bina Usaha Meulaboh, kabupaten setempat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah, Rabu (18/3/2026). (ANTARA/Teuku Dedi Iskandar)

Meski mengalami kenaikan rata-rata mencapai delapan persen per komoditi pangan, pemerintah daerah memastikan kenaikan tersebut masih dalam batasan normal dan aman, karena belum melebihi ketetapan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Tarmizi menyebutkan sidak yang dilakukan bersama jajaran pemerintah, kepolisian, Bulog dan pihak terkait lainnya tersebut, sebagai upaya untuk memantau stabilitas harga bahan pokok menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang akan segera tiba.

Ia mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia Tito Karnavian dalam upaya menekan laju inflasi daerah.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat meminta kepada para pedagang agar tidak mengambil keuntungan meski banyaknya permintaan harga sembako menjelang lebaran oleh masyarakat.

Hal ini sebagai upaya untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di daerah, sekaligus mencegah tingginya inflasi di daerah, demikian Tarmizi.



Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor : M.Haris Setiady Agus

COPYRIGHT © ANTARA 2026