Jakarta (ANTARA) - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menyalurkan zakat perusahaan dan pegawai periode pengumpulan 2025 sebesar Rp289,38 miliar guna mempertegas posisi sebagai pembayar zakat korporasi terbesar di Tanah Air sekaligus motor penggerak ekonomi umat.
"Zakat merupakan bagian dari strategi utama perusahaan dalam menciptakan dampak ekonomi berkelanjutan kepada rakyat Indonesia," kata Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo di Jakarta, Rabu.
Ia menyebutkan zakat yang disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), meningkat 7,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).
Ia menuturkan, jumlah zakat yang disalurkan tersebut terdiri dari zakat perseroan sekitar Rp250 miliar, yang diambil dari laba kotor perseroan sebesar 2,5 persen, serta zakat pegawai kurang lebih Rp39 miliar.
“Ini juga sebagai cermin (bukti) bahwa kalau (kinerja) BSI bertumbuh, maka kontribusi terhadap zakat juga akan semakin tinggi,” kata Anggoro Eko Cahyo.
Ia menyatakan, dalam kurun waktu lima tahun sejak berdiri pada 2021 hingga 2025, pihaknya telah menyalurkan total Rp1,07 triliun zakat perusahaan dan pegawai.
Dana tersebut dimanfaatkan untuk berbagai program sosial, seperti Program Rumah Qur’an, pemberian beasiswa bagi 25.247 mahasiswa dan pelajar yang disalurkan melalui BSI Maslahat, serta bantuan dana pendidikan bagi 300 kampus dan sekolah di seluruh Indonesia.
Anggoro mengatakan, zakat yang terkumpul tersebut juga digunakan untuk mendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat di 77 desa binaan serta 54 sentra UMKM.
Terkait realisasi penyaluran pada 2025, dengan memanfaatkan dana zakat yang dikumpulkan pada tahun sebelumnya sebesar Rp268,6 miliar, ia menyampaikan pihaknya mampu menjangkau lebih dari 1,2 juta penerima manfaat melalui lebih dari 40 program di sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, serta dakwah dan advokasi.
Ia menyatakan, pihaknya siap berkolaborasi dengan BAZNAS untuk mendukung optimalisasi pengumpulan zakat yang diproyeksikan berpotensi mencapai Rp327 triliun per tahun, tapi kini baru terealisasi sebesar Rp42 triliun.
"Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI memiliki tanggung jawab tidak hanya dalam mendorong pertumbuhan bisnis, tetapi juga memastikan kebermanfaatan bagi masyarakat. Zakat kami posisikan sebagai instrumen strategis untuk memperkuat ekonomi umat dan mendorong pemerataan kesejahteraan," ujar Anggoro.
Ketua BAZNAS Sodik Mudjahid menyambut baik kolaborasi dengan bank BUMN tersebut untuk mengoptimalkan penerimaan dan penyaluran zakat sebagai salah satu sarana pemberdayaan umat.
Ia menuturkan, zakat dapat mendorong pemerataan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Pihaknya pun berharap kerja sama dengan BSI dapat mendukung perluasan ekosistem ekonomi syariah nasional.
“Bekerja sama dengan BSI adalah sebuah model tentang kolaborasi dalam pemberian zakat dalam komitmen kepada ekonomi kerakyatan,” kata Sodik Mudjahid.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BSI bayar zakat perusahaan dan pegawai Rp289,38 miliar ke BAZNAS
Pewarta: Uyu Septiyati LimanEditor : M Ifdhal
COPYRIGHT © ANTARA 2026