Aceh Timur (ANTARA) - Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Aceh Timur mencatat persediaan unggas untuk kebutuhan meugang Idul Adha 1447 Hijriah mencapai 76 ribu ekor yang tersebar di berbagai kecamatan di kabupaten tersebut.

"Kecamatan Peureulak menjadi daerah dengan populasi unggas terbanyak, yakni mencapai 24.600 ekor," kata Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Aceh Timur Murdhani di Aceh Timur, Rabu.

Kemudian, Kecamatan Darul Falah sebanyak 6.800 ekor dan Kecamatan Peunaron sebanyak 6.150 ekor. Serta Kecamatan Simpang Ulim tercatat sebanyak 885 ekor unggas, Kecamatan Ranto Peureulak mencapai 1.130 ekor, serta Kecamatan Julok sebanyak 1.900 ekor.

Sementara itu, kata Murdhani, jumlah persediaan hewan ternak lainnya untuk kebutuhan meugang hari raya kurban mencapai 1.256 ekor yang tersebar di 24 kecamatan.

"Persediaan hewan ternak tersebut terdiri dari 1.213 ekor sapi serta 43 ekor sapi Australia. Selain itu, tersedia juga enam ekor kerbau untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Idul Adha," katanya.

Murdhani mengatakan pemerintah daerah terus memantau kondisi kesehatan guna memastikan hewan ternak tersebut dalam kondisi sehat dan layak konsumsi.

Menurut dia, pemeriksaan kesehatan hewan ternak dilakukan secara berkala, termasuk mengawasi lalu lintas ternak yang masuk maupun keluar Kabupaten Aceh Timur agar tidak membawa penyakit menular.

"Pengawasan kesehatan ternak terus kami lakukan untuk memastikan hewan kurban dan ternak yang dijual kepada masyarakat benar-benar sehat serta memenuhi syarat," kata Murdhani.

Selain itu, Murdhani mengatakan pihaknya juga memantau perkembangan harga hewan di pasaran. Berdasarkan data yang dihimpun, harga sapi di Aceh Timur saat ini berkisar antara Rp170 ribu hingga Rp190 ribu per kilogram hidup, tergantung ukuran dan jenis ternak.

Sedangkan harga kambing berada di kisaran Rp120 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram hidup, kata Murdhani

Kecamatan Madat tercatat sebagai wilayah dengan harga sapi tertinggi, yakni mencapai Rp180 ribu hingga Rp190 ribu per kilogram hidup. Sedangkan sejumlah kecamatan lain seperti Peureulak, Peureulak Barat, Idi Rayeuk, Darul Ihsan, Simpang Ulim, dan Pante Bidari rata-rata berada pada kisaran Rp170 ribu hingga Rp180 ribu per kilogram hidup.

Murdhani mengatakan meningkatnya kebutuhan hewan ternak setiap menjelang Idul Adha turut membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat, khususnya peternak lokal di Kabupaten Aceh Timur.

"Momentum meugang dan Idul Adha menjadi peluang ekonomi bagi peternak karena permintaan hewan meningkat. Kami berharap kebutuhan masyarakat terhadap hewan kurban dan konsumsi daging selama meugang dapat terpenuhi," kata Murdhani.



Pewarta: Hayaturrahmah
Editor : M.Haris Setiady Agus

COPYRIGHT © ANTARA 2026