Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Dinas Pertanian setempat mengembangkan plasma nutfah sapi Aceh di daerah pulau terluar di Provinsi Aceh yakni di Kecamatan Pulau Aceh.
“Pengembangan Plasma nutfah sapi Aceh ini merupakan bagian untuk menjaga agar kekayaan sumber daya genetik hewan lokal asli Aceh dapat terus dijaga keasliannya,” kata Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Besar, Uzir di Lambaro, Kamis.
Ia menjelaskan program plasma nutfah di Kecamatan Pulo Aceh tepatnya di Pulau Nasi tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dalam menjaga keaslian sapi lokal yang dimiliki daerah itu.
Baca juga: Jaksa tahan tersangka penggelapan sapi ketahanan pangan di Aceh Barat
Ia menyebutkan pengembangan plasma nutfah sapi Aceh di Kecamatan Pulo Aceh tersebut dengan membina sebanyak lima kelompok peternak yang ada di kecamatan tersebut.
Adapun lima kelompok peternak penerima program plasma nutfah sapi Aceh masing-masing tersebar di Rabo, Alue Reueng, Pasi Janeng, Lamteng dan Deudap
Pihaknya meyakini dengan dengan pembinaan program plasma nutfah sapi Aceh tersebut dapat menjaga rumpun sapi lokal asal provinsi ujung paling barat Indonesia itu lestari, sekaligus dapat memenuhi kebutuhan daging secara berkelanjutan.
Ia menyebutkan target produksi daging sapi di Kabupaten Aceh Besar pada tahun 2026 mencapai 1.394 ton guna memenuhi permintaan daging untuk wilayah Aceh Besar khususnya dan Aceh umumnya.
Baca juga: Kisah sukses Pedagang sapi Aceh Besar pasok 100 ekor sapi kurban
Pewarta: M IfdhalEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.