Salah seorang pedagang, Abdullah, di Pasar Peunayong Banda Aceh, Minggu menyatakan, dirinya tidak bisa berbuat banyak akibat tinggi harga beli komoditas tanaman yang banyak memberikan khasiat di tubuh manusia tersebut.
"Kalau misalnya bawang putih itu ada, tentu harganya stabil berkisar Rp25.000 sampai Rp30.000/Kg. Saya pun, harus rela dapat keuntungan sedikit dari dagangan kuliner ini," tuturnya.
Ridwan, pedagang sayur-mayur di Pasar Ulee Kareng mengatakan, pasokan bawang putih masih jauh berkurang dalam sebulan terakhir, terutama dari pedagang tingkat grosir.
Ia membeberkan, komoditas bawang di pasok dari Medan, Sumatera Utara. Lalu masuk ke grosir, dan diecerkn lewat pedangang ke sejumlah pasar, seperti Aceh Besar dan Banda Aceh.
"Kalau bawang merah, relatif stabil Rp20.000 sampai Rp28.000/Kg, tergantung jenisnya. Bawang putih ini, stoknya masih sangat terbatas," terang dia.
Pedagang grosir bawang di Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar, Sofyan, mengklaim, setiap hari dua kabupaten/kota di Aceh tersebut membutuhkan 15 ton bawang.
"Masing-masing 10 ton bawang merah dan 5 ton bawang putih," sebut Sofyan.
Kepala Bidang Perdagangan Diskopukmdag Banda Aceh, Nasri Sufi, pekan ini mengatakan, pasokan bawang putih masih kurang sehingga harga komoditas tersebut masih bertahan tinggi.
"Yang kami khawatirkan terjadi inflasi nanti, karena harga bawang putih. Sebab, pasokannya masih kurang untuk memenuhi kebutuhan," tutur Nasri.
Pewarta: Muhammad SaidUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.