Banda Aceh (Antaranews Aceh) - Nilai ekspor melalui pelabuhan di Aceh selama Agustus 2018 mengalami peningkatan 19,82 persen atau 14,04 juta dolar AS dibanding bulan sebelumnya.
"Tak ada komoditi migas (minyak dan gas bumi) yang diekspor, cuma ekspor nonmigas di Agustus 2018 senilai 14,04 juta dolar AS," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Wahyudin di Banda Aceh, Selasa.
Ia melanjutkan, ekspor selama Juli 2018 tercatat senilai 11,72 juta dolar AS, dan komoditi batubara telah memberi andil mayoritas terbesar dari total nilai ekspor selama bulan tersebut.
Di Agustus lalu, katanya, batubara termasuk kelompok komoditi bahan bakar mineral berasal dari pertambangan di Kabupaten Aceh Barat, juga masih mendominasi ekspor ke sejumlah negara di Asia.
Lalu diikuti kelompok komoditi bahan kimia organik senilai 459.399 dolar AS, ikan dan udang dengan nilai 27.675 dolar AS, dan kopi, teh, rempah-rempah 5.500 dolar AS.
"Ada tiga negara tujuan ekspor batubara asal Aceh di Agustus 2018 total senilai 13,55 juta dolar AS, yakni India, Tiongkok, dan Thailand," katanya.
BPS Aceh mencatat, dari periode Januari hingga Agustus 2018 total nilai ekspor pelabuhan di Aceh tercatat 88,15 juta dolar AS, dan 93,97 persen di antaranya adalah batubara.
"Jika dibanding periode yang sama tahun 2017, maka terjadi peningkatan sebesar 102,28 persen. Di Januari sampai Agustus cuma tercatat 43,58 juta dolar AS," ungkap Wahyudin.
Presiden Joko Widodo di akhir Juli tahun ini telah meminta menteri terkait untuk terus berupaya meningkatkan nilai ekspor, dan sekaligus mengatasi hambatan-hambatannya.
"Terkait peningkatan ekspor, kita harus memiliki strategi detail tentang produk-produk ekspor apa saja yang perlu diperkuat, perlu ditingkatkan," kata Jokowi.
Pewarta: Muhammad SaidUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.