Meulaboh (Antaranews Aceh) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Provinsi Aceh melaporkan banjir luapan sungai kembali merendam sedalam 20 cm hingga 40 centimeter badan jalan lintas Kecamatan Bubon-Woyla.

"Di lokasi tersebut memang rentan terjadi banjir hingga merendam badan jalan karena luapan sungai atau Krueng Layung," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Aceh Barat, Maimun di Meulaboh, Selasa.

Banjir merendam badan tersebut terjadi sejak Selasa (9/10) pukul 08.30 WIB hingga pukul 13.10 WIB.

Banjir tersebut tidak membuat akses transportasi lumpuh, kendaraan roda empat masih bisa melewati genangan air banjir yang bewarna keruh menutupi badan jalan, demikian halnya kendaraan roda dua bisa lewat dengan menaikkannya di atas becak.

Jalan lintas tersebut sudah dikenal sering dilanda banjir saat musim penghujan yakni masuk dalam jalan lintas Ateung Tepat, Kecamatan Bubon, meski pun badan jalan di kawasan itu sudah pernah dibangun dengan ketinggian dari area kebun karet setempat.

Dalam laporan Pusdalop BPBD dijelaskan, bahwa tim reaksi cepat (TRC) BPBD Aceh Barat sudah dikerahkan ke lokasi banjir meninjau dampak dan melakukan monitoring di sejumlah kawasan yang dilaporkan tergenang banjir.

Hujan mengguyur sangat lebat saat malam hari, membuat sungai - sungai daerah setempat tidak mampu menampung volume air dari hulu sehingga meluap ke permukiman penduduk, banjir tersebut merupakan kali ketiga dalam sepekan ini.

Banjir pertama pada Selasa pekan lalu, kemudian bersambung banjir susulan dua hari setelahnya, sehingga masyarakat yang berada dekat dengan daerah aliran sungai (DAS) Sungai Meureubo, Sungai Woyla maupun Sungai Layung.

"Tadi pagi kami terpaksa memutar lewat jalan belakang kebun karet, tetapi sangat becek karena guyuran hujan tadi malam membuat licin. Dari pada habiskan modal menggunakan jasa becak apalagi nekat terobos banjir bisa mogok motor," sebut Karnila salah seorang warga Wolya ketika ditemui di Kecamatan Meureubo.
 

Pewarta: Anwar
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026