Suka Makmue (ANTARA) - Aksi perambahan dan penebangan hutan di kawasan Krueng Isep, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya kini dilaporkan semakin parah dan tidak terkendali.

Akibatnya, kawasan hutan yang ada di kawasan tersebut kini semakin hari semakin berkurang akibat penebangan liar yang tak terkontrol oleh aparat terkait.

Pantauan Antara, aksi penebangan hutan tersebut mudah ditemukan di sepanjang aliran sungai (krueng) Isep, dan dilakukan oleh masyarakat setempat menggunakan mesin chanisaw.

Di lokasi juga terlihat warga dengan leluasa menebang hutan dan membelahnya langsung menjadi kayu olahan.

Kayu-kayu tersebut akhirnya dijual ke sejumlah agen penampung yang berada di sejumlah lokasi di Nagan Raya.

Di kawasan ini juga terlihat sebagian bukit juga sudah mulai gundul akibat penebangan liar yang selama ini dilakukan.

Kepala Seksi Perlindungan Hutan pada Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) wilayah IV Aceh, Imran Yahya yang ditanyai Antara di Meulaboh, Kamis (28/2) mengatakan pihaknya berjanji akan melakukan pengecekan terkait informasi penebangan liar di kawasan hutan Krueng Isep, Kecamatan Beutong, Nagan Raya.

Ia mengaku, lokasi lahan di sekitar PLTA Krueng Isep tersebut terdapat kawasan hutan lindung dan areal penggunaan lain (APL) yang terdapat banyak lahan milik masyarakat.

"Namun untuk memastikan lokasi hutan yang ditebang itu masuk ke dalam areal hutan lindung atau bukan, harus dilakukan pengecekan titik koordinat ke lokasi," kata Imran.

Ia menambahkan selama ini lokasi tersebut juga dilakukan pengawasan dan patroli secara rutin oleh polisi hutan, agar memastikan tak ada penebangan pohon khususnya di kawasan areal hutan lindung di Kabupaten Nagan Raya, katanya.

Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor : Heru Dwi Suryatmojo

COPYRIGHT © ANTARA 2026