Banda Aceh, 14/3 (Antaraaceh) - Duta Besar Malaysia untuk Indonesia  Datuk Seri Zahrain Mohamed Hasyim mengatakan, potensi sumber daya alam di Provinsi Aceh masih melimpah yang memungkinkan untuk meningkatkan kerja sama ekonomi dua wilayah.
"Potensi sumber daya alam Aceh  melimpah merupakan peluang yang baik untuk menjalin kerja sama, terutama dalam menghadapi  Asean Economic Community (AEC) 2015," katanya di Banda Aceh, Jumat.
Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan Gubernur Aceh Zaini Abdullah yang didampingi Sekda Aceh Darmawan serta sejumlah pejabat pemerintah di provinsi ujung paling barat Indonesia itu.
Dubes juga menjelaskan selain penguatan sektor perdagangan, Malaysia juga sudah meningkatkan kerja sama bidang pendidikan dengan kolaborasi 11 perguruan tinggi di Indonesia.
Zahrain Mohamed Hasyim juga mengatakan bahwa hubungan Indonesia dengan Malaysia semakin kokoh. "Terlebih dengan pemimpin yang baik, maka Indonesia dan Malaysia memiliki hubungan bilateral yang cuku baik," katanya menambahkan.
Peningkatan hubungan antar negara, ia menegaskan kembali  seperti membentuk kerja sama Aceh dan Malaysia sangatlah penting, apalagi menghadapi AEC 2015.
"Harus ada intergrasi terhadap ekonomi negara-negara Asean, dan Aceh-Malaysia akan merancang yang terbaik untuk kemajuan bersama sehingga harapan kita tercapai," kata Dubes Malaysia di Jakarta.
Sementara itu, Gubernur Aceh Zaini Abdullah menjelaskan situasi daerah ini  cukup kondusif dan pemerintah selalu membuka peluang kerja sama baik di bidang perdagangan, pertanian, perkebunan, peternakan, kelautan dan perikanan.
"Apalagi, posisi Malaysia sebagai negara serumpun dengan Indonesia serta dekat dengan Aceh. Kehadiran Menteri Pertanian dan Industri Asas Tani Malaysia,  Sri Ismail Sabri Yaakob beberapa waktu lalu  ke Aceh telah meninjau lahan pertanian dan potensi lain di Aceh," kata gubernur.
Aceh, kata dia menambahkan memiliki banyak sumber daya alam untuk dapat dikelola sehingga diharapkan kerja sama tersebut dapat terus ditingkatkan di masa mendatang.


Editor : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026