Riyadh juga mendesak komunitas internasional untuk bertindak guna mencegah aksi "tak dapat diterima" seperti itu.
"Setiap serangan terhadap kebebasan navigasi merupakan pelanggaran hukum internasional," cuit Adel Aljubeir di Twitter.
"Iran harus menyadari bahwa aksinya mencegah kapal-kapal, termasuk yang terbaru tanker Inggris, benar-benar tak dapat diterima. Komunitas dunia harus mengambil tindakan untuk mencegah aksi seperti itu," tambahnya.
Iran pada Jumat mengaku telah menyita tanker Stena Impero milik Inggris, yang hendak menuju salah satu pelabuhan di Arab Saudi dan tiba-tiba berubah arah setelah melintasi selat di pintu masuk Teluk.
Sumber: Reuters
Pewarta: Asri Mayang SariUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.