Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) COVID-19 di Kabupaten Aceh Timur terus bertambah, yakni dari 24 menjadi 34 orang.

“Sesuai formulir notifikasi, kini sudah 34 warga ODP terkait virus corona dan sebanyak 220 orang tanpa gejala (OTG)," kata Juru bicara tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Aceh Timur dr Edi Gunawan MARS di Idi, Sabtu (28/3).

Dikatakannya, ke-34 ditetapkan ODP tersebut lantaran usai melakukan perjalanan keluar daerah, sehingga seluruh ODP saat ini harus mengisolasi diri di rumah masing-masing dengan terus mendapat pemantauan dari tim medis.

Baca juga: Ini 16 langkah penanganan COVID-19 di Kabupaten Bener Meriah

Sementara 220 OTG ini merupakan orang yang baru pulang dari luar Negeri yang sudah memiliki riwayat positif corona, sehingga dilarang mengujungi daerah rawan COVID-19 selama 14 hari guna mencegah penyebaran COVID-19 di Aceh Timur.

“Mereka ini kita berlakukan pengkarantinaan mandiri selama 14 hari demi menciptakan kondisi aman bagi warga Aceh khususnya Aceh Timur dalam hal ini," kata Edi.

Baca juga: Banda Aceh akan dilockdown partial imbas corona yang semakin mewabah

Maka dari itu ia berharap kepada masyarakat yang baru tiba dari luar negeri atau luar daerah untuk tetap di rumah selama 14 hari sesuai dengan intruksi pemerintah.

“Jangan ke pasar atau ke tempat keramaian dan hindari kontak dengan orang lain,” ujar Edi.

Baca juga: Bungkusan jenazah PDP asal Aceh Utara dibuka dan dimandikan, sejumlah warga dikarantina

Di saat keluhan kesehatannya mengarah ke corona, dr Edi meminta agar langsung menghubungi petugas kesehatan di Puskesmas setempat, untuk menceritakan keluhan dan riyawat perjalanan sebelumnya.

“Untuk kebaikan bersama, maka nantinya akan datang tim kesehatan khusus yang akan menangani sesuai dengan protokoler kesehatan,” demikian dr Edi.

Sementara itu, Bupati Aceh Timur Hasballah usai meninjau sejumlah ruangan yang akan dijadikan sebagai ruang isolasi pasien dalam pengawasan (PDP) di RSUD Zubir Mahmud Idi, ia berharap agar tidak ada dari puluhan warga berstatus ODP itu yang positif COVID-19, hingga harus diisolasi dan mendapat perawatan secara khusus.

"Muda-mudahan warga kita tidak ada yang positif terjangkit virus corona," katanya.

Ia menambahkan namun disaat sewaktu-waktu kesehatan ODP memburuk, diharapkan agar para medis dan sarana lainnya yang tersedia di rumah sakit setempat sudah siap menampung pasien dengan mewasapadai dan siaga penuh 24 jam, termasuk armada ambulans bersama supirnya di RS itu.

Ia juga meminta petugas medis di Puskesmas untuk terus memantau dan mengawasi serta melaporkan perkembangan kesehatan ODP yang telah didata.

"Ini kita nilai penting untuk mencegah penyebaran virus corona di sekitar kita," pungkas Rocky.


 

Pewarta: Hayaturrahmah

Editor : Heru Dwi Suryatmojo


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2020