Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, membutuhan anggaran untuk memperbaiki irigasi Jeuram yang mampu mengairi 12 ribu hektare guna meningkatkan produktivitas pangan di daerah itu.
"Kami butuh anggaran karena kami tidak punya anggaran perbaikan irigasi. Anggaran yang kami miliki sangat terbatas," kata Bupati Nagan Raya H T Zulkarnaini di Banda Aceh, Selasa.
Bupati mengatakan di Kabupaten Nagan Raya ada satu irigasi berskala besar, yakni irigasi Jeuram. Kondisi irigasi ini rusak parah, seperti pintu air utamanya tidak bisa digunakan dan salurannya sebagian tertutup endapan.
Menurut dia, irigasi Jeuram tersebut dibangun pada tahun 1980-an. Irigasi ini tidak pernah mendapat rehabilitasi. Jika kerusakannya dibiarkan, maka butuh anggaran besar untuk memperbaikinya.
"Anggaran perbaikan irigasi Jeuram inilah yang kami butuhkan. Kami mengharap pemerintah pusat ataupun pemerintah provinsi bisa membantu memperbaiki irigasi tersebut," kata Zulkarnaini.
Bupati Nagan Raya menyebutkan, jika irigasi tersebut dalam kondisi baik bisa mengairi sekitar 12 ribu hektare. Namun, karena kini kondisinya rusat, maka irigasi ini hanya mengairi sawah di sekitarnya.
"Kondisinya menyulitkan petani di Nagan Raya untuk mendapatkan air untuk sawahnya. Apalagi ketika terjadi musim kemarau. Karena itu, kami butuh perhatian pemerintah pusat dan provinsi," kata dia,
HT Zulkarnaini menyebutkan secara keseluruhan Nagan Raya memiliki luas sawah mencapai 33 ribu hektare. Dari jumlah tersebut, hanya 12 ribu yang produktif.
Sisanya, menjadi lahan tidur karena tidak digarap lagi. Sawah ini tidak digarap lagi karena ada yang kesulitan air dan ada yang berubah fungsi, kata dia.
"Banyak juga yang berubah fungsi, seperti menjadi kebun kelapa sawit. Ada juga yang dijadikan pertokoaan. Sedangkan pembukaan lahan sawah baru, masih dalam penjajakan," kata Zulkarnaini.
"Kami butuh anggaran karena kami tidak punya anggaran perbaikan irigasi. Anggaran yang kami miliki sangat terbatas," kata Bupati Nagan Raya H T Zulkarnaini di Banda Aceh, Selasa.
Bupati mengatakan di Kabupaten Nagan Raya ada satu irigasi berskala besar, yakni irigasi Jeuram. Kondisi irigasi ini rusak parah, seperti pintu air utamanya tidak bisa digunakan dan salurannya sebagian tertutup endapan.
Menurut dia, irigasi Jeuram tersebut dibangun pada tahun 1980-an. Irigasi ini tidak pernah mendapat rehabilitasi. Jika kerusakannya dibiarkan, maka butuh anggaran besar untuk memperbaikinya.
"Anggaran perbaikan irigasi Jeuram inilah yang kami butuhkan. Kami mengharap pemerintah pusat ataupun pemerintah provinsi bisa membantu memperbaiki irigasi tersebut," kata Zulkarnaini.
Bupati Nagan Raya menyebutkan, jika irigasi tersebut dalam kondisi baik bisa mengairi sekitar 12 ribu hektare. Namun, karena kini kondisinya rusat, maka irigasi ini hanya mengairi sawah di sekitarnya.
"Kondisinya menyulitkan petani di Nagan Raya untuk mendapatkan air untuk sawahnya. Apalagi ketika terjadi musim kemarau. Karena itu, kami butuh perhatian pemerintah pusat dan provinsi," kata dia,
HT Zulkarnaini menyebutkan secara keseluruhan Nagan Raya memiliki luas sawah mencapai 33 ribu hektare. Dari jumlah tersebut, hanya 12 ribu yang produktif.
Sisanya, menjadi lahan tidur karena tidak digarap lagi. Sawah ini tidak digarap lagi karena ada yang kesulitan air dan ada yang berubah fungsi, kata dia.
"Banyak juga yang berubah fungsi, seperti menjadi kebun kelapa sawit. Ada juga yang dijadikan pertokoaan. Sedangkan pembukaan lahan sawah baru, masih dalam penjajakan," kata Zulkarnaini.
Uploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2015