Camat Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, Rustam Effendi mengatakan upaya pembersihan material banjir bandang yang melanda sejumlah desa di kecamatan setempat terkendala pasokan bahan bakar minyak (BBM), guna menyalakan dua unit alat berat yang sudah tiba di lokasi bencana.

“Satu alat berat dari BPBD Nagan Raya sudah tiba di lokasi sore tadi, dan satu alat berat milik tokoh masyarakat Nagan Raya juga ada di lokasi. Tapi karena tidak ada BBM, kedua alat berat ini belum bisa difungsikan,” kata Rustam Effendi kepada ANTARA, Sabtu malam.

Ia mengatakan, akibat ketiadaan bahan bakar minyak (BBM), menyebabkan operasional dua alat berat tersebut tidak bisa digunakan untuk mengangkut material longsor di lokasi bencana.

Baca juga: Material longsor banjir bandang masih tutupi aliran sungai di Beutong Ateuh Nagan Raya

Akibat persoalan ini, kata Rustam Effendi, material tebing gunung yang telah menutupi aliran sungai di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, belum bisa dilakukan penanganan.

Selain itu, kata dia, tumpukan kayu dan material yang terbawa banjir bandang di kawasan dataran tinggi tersebut juga belum bisa dibersihkan secara maksimal.

“Kalau di rumah warga sudah dibersihkan material nya, namun di beberapa lokasi lain belum bisa dibersihkan saat ini, karena pembersihan nya harus menggunakan alat berat,” kata Rustam menambahkan.

Ia berharap kedua alat berat yang sudah tiba di lokasi bencana diharapkan dapat segera difungsikan, sehingga diharapkan sampah sisa bencana dapat segera dipindahkan dari permukiman masyarakat.

Terhadap pasokan bantuan, Rustam Effendi mengakui sejauh ini sudah sangat memadai, karena hingga saat ini bantuan makanan, sandang dan kebutuhan masyarakat korban bencana sudah terpenuhi dan sudah disalurkan kepada masyarakat yang berhak.

Baca juga: Pertanian di Aceh rugi Rp1 miliar akibat banjir bandang Nagan Raya

Pewarta: Teuku Dedi Iskandar

Editor : Febrianto Budi Anggoro


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2023