Karawang, 23/6 (Antaraaceh) - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan musuh paling besar yang dihadapi perusahaan milik negara saat ini dan ke depan adalah "tikus".
"BUMN kita terus dibenahi. Namun, semua itu tidak bisa sukses kalau masih banyak tikus, baik tikus sawah maupun 'tikus' di kantor-kantor," kata Dahlan di Desa Lemah Duwur, Karawang, Jawa Barat, Senin.
Menurut Dahlan, awalnya berpikir sulit memberantas tikus di kantor-kantor, namun saat ini juga kewalahan membasmi tikus sawah.
Pada kesempatan itu, mantan Dirut PT PLN ini ikut terjun ke sawah memburu tikus yang menjadi hama penyebab kegagalan hasil padi para petani.
"Jadi lengkap, semangat membasmi 'tikus' kantor. Juga menangkap tikus sawah," ujar Dahlan.
Ia pun memberikan gambaran bahwa betapa BUMN yang menjadi salah satu mesin pertumbuhan perekonomian nasional harus bersih dari "tikus".
"Saya kemarin malam (Minggu, 22/6), baru melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat, Maroko dan Aljazair. BUMN kita dipercaya untuk menjalin kerja sama dengan mereka," ucap Dahlan.
Dengan Amerika Serikat kerja sama bidang produksi nitron, dengan Aljazair dipercaya kerja sama membangun jalan tol sepanjang 500 km yang bisa dilintasi kendaraan dengan kecepatan 180 km per/jam.
Perusahaan minyak nasional PT Pertamina juga sudah ekspansi membeli perusahaan minyak di Aljazair. PT Semen Indonesia memiliki pabrik di Vietnam, PT Pupuk Indonesia ekspansi ke Timor Leste.
"BUMN Indonesia sudah merajalela ke luar negeri, tidak seperti dulu perusahaan asing masuk ke dalam negeri," tutur Dahlan.
Pewarta:
Editor : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026