"Daging sapi ini selain dibagikan kepada wartawan aktif, juga diserahkan kepada para janda dan anak yatim keluarga jurnalis anggota PWI Aceh," kata Ketua PWI Aceh Tarmilin Usman di Banda Aceh, Jumat.
Ia menjelaskan, sudah menjadi tradisi di kalangan masyarakat Aceh khususnya keluarga besar PWI ikut melaksanakan "meugang" sebagai bentuk kebersamaan setiap menjelang Ramadhan.
"Daging sapi itu kemudian kita tumpuk, dan masing-masing anggota, janda dan anak yatim wartawan memperoleh satu tumpuk (1,5 kilogram) daging. Total daging yang dibagikan pada 'meugang' tahun ini sebanyak 200 tumpuk untuk 200 orang," katanya menjelaskan.
Tarmilin menjelaskan, daging sapi "meugang" itu juga diserahkan kepada tokoh pers di Aceh sebagai wujud perhatian setiap menjelang Ramadhan yang merupakan salah satu tradisi turun temurun dilaksanakan masyarakat provinsi ujung paling barat Indonesia tersebut.
"Perlu diketahui bahwa setiap hari ‘meugang’ menjelang puasa bagi masyarakat Aceh sesuatu yang sakral. Dan konsumsi daging sapi oleh masyarakat setiap ‘meugang’ di Aceh meningkat,” katanya menambahkan.
Bahkan, ia menjelaskan karena peningkatan permintaan daging sapi maka harganya juga melonjak tajam setiap menjelang bulan Suci Ramadhan di provinsi berjuluk Serambi Mekah itu.
Selain itu, sebelumnya Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam juga menyembelih dua ekor sapi jantan dan dagingnya dibagikan kepada jurnalis, anak yatim dan fakir di sekitar Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh.
"Tradisi 'meugang' tersebut memiliki makna berganda, yakni selain sosial untuk meringankan para penerimanya juga sebagai bentuk menjalin persatuan sesama. Dan ini merupakan tradisi yang positif untuk terus dipertahankan di Aceh," kata seorang Kelektor Manuskrib Kuno Tarmizi A Hamid.
Pewarta : Azhari
Editor : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.