Meulaboh, 14/8 (Antaraaceh) - Harga beli karet basah (50 persen bersih) di tingkat petani Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, mengalami penurunan cukup drastis dari Rp10.000 menjadi Rp6.500/Kg.
Mustafa, salah seorang petani di Desa Blang Luah, Kecamatan Woyla Barat, di Meulaboh, Kamis mengatakan, selain faktor tidak stabilnya produksi dengan jumlah permintaan, indikasi adanya permainan di tingkat penampung lokal (tengkulak) juga membuat harga beli karet mentah mereka anjlok ke level terendah.
"Mungkin, kami petani pendereskan tidak tahu perkembangan harga karet di Sumatera Utara, apalagi harga karet dunia. Jadinya setiap penampung membeli getah hasil deresan semaunya," katanya.
Kecamatan Woyla Barat merupakan salah satu kawasan pengembangan karet yang menjadi komoditi unggulan di Aceh Barat, karena itu sebagian besar masyarakat setempat bermata pencaharian sebagai penderes sekaligus bertani.
Turunnya harga karet mentah produksi murni dari perkebunan rakyat itu sudah satu bulan terakhir, pasca lebaran Idul Fitri 1435 Hijirah harga karet terus mengalami penurunan secara signifikan hingga ke level terendah saat ini Rp6.500/kg.
Kata Mustafa, setiap agen penampung yang datang membeli atau yang menyediakan pondok menampung produksi petani terkadang juga harus menanti jumlah produksi terkumpul mencukupi untuk dibawa ke pasar Medan, Sumatera Utara.
"Hal-hal demikian ini membuat petani malas untuk menderes getah, apalagi dalam sepekan ini hujan juga mempengaruhi produksi petani kwalitasnnyapun turun karena bercampur air hujan," imbuhnya.
Lebih lanjut dikatakan, tidak stabilnya harga beli karet petani akibat panjangnya mata rantai penjualan, sehingga permainan harga dapat terjadi mulai dari tingkat penampung di desa sampai ke penampung tingkat kabupaten.
Harapan petani tuntasnya pabrik pengolah bahan baku karet perusahaan PT Potensi Bumi Sakti (PBS) di Desa Gle Siblah, juga akan menampung karet petani sehingga dapat memutuskan mata rantai penjualan dan mengangkat kembali harga beli karet di kawasan itu.
Para petani meyakini bahwa kebutuhan karet untuk pasar dunia kian tahun semakin meningkat dan harganyapun diyakini semakin meningkat, meskipun terjadi gejolak pasokan melimpah akan tetapi penurunannya tidak serendah di daerah itu.
"Mungkin saja setelah ada pabrik karet swasta bisa mengangkat harga karet, tapi selama inikan juga ada pabrik kecil pengolah tapi harga karet petani tetap randah, kami tidak tahu juga persoalannya dimana," katanya menambahkan.


Editor : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026