"Alhamdulillah banjir mulai surut. Namun, beberapa desa masih tergenang dengan ketinggian air sebelumnya sepinggang, kini sudah selutut, seperti di Kecamatan Banda Alam," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Timur Ashadi di Aceh Timur, Minggu.
Laporan terakhir, kata Ashadi, banjir terjadi di Desa Sijudo, Kecamatan Pante Bidari. Banjir di desa itu akibat meluapnya sungai pascabanjir kiriman dari pegunungan Bener Meriah dan Aceh Utara.
"Tapi, menjelang siang tadi banjir sudah surut juga. Kami ingatkan masyarakat tetap waspada, terutama mendiami kawasan pesisir dan sepanjang sungai," kata Ashadi.
Menurut Ashadi, luapan air sungai bisa terjadi sewaktu-waktu. Begitu juga dengan pasang purnama di kawasan pesisir pantai. Oleh karenanya tetap waspada dengan kondisi cuaca sekarang ini.
Ashadi menambahkan pihaknya tetap siaga mengantisipasi berbagai kemungkinan terjadinya banjir susulan, terutama di Kecamatan Pante Bidari, Kecamatan Banda Alam, Kecamatan Indra Makmu, Kecamatan Peureulak, dan Kecamatan Ranto Peureulak.
Selain itu, sejumlah alat berat dikerahkan ke sejumlah titik untuk membersihkan tanah longsor, seperti di Buket Drien, Kecamatan Sungai Raya, Aceh Timur.
"Banjir kali ini telah berdampak terhadap kerusakan jalan dan jembatan. Namun hingga kini pemerintah daerah masih mendata berbagai kerusakan, akibat banjir tersebut," demikian Ashadi.
Pewarta: HayaturrahmahEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.