Meulaboh (ANTARA Aceh) - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat sudah menyiapkan 300 lapak lokasi penjual daging menyikapi tingginya kebutuhan masyarakat terhadap konsumsi daging pada hari "meugang" (motong).

Bupati Aceh Barat H T Alaidinsyah di Meulaboh, Senin mengatakan untuk memenuhi kebutuhan daging, para pedagang juga terpaksa memasok ternak besar (sapi dan kerbau) dari luar daerah.

"Kalau tidak dipasok dari luar para pedagang kita disini kualahan, harganyapun akan tinggi. Kita sudah menentukan untuk meugang Aceh Barat hari Selasa (16/6) dan harga daging paling tinggi hanya boleh dijual seharga Rp140.000 per kilogram," katanya.

Alaidinsyah menyatakan, bagi masyarakat di provinsi ujung barat Indonesia itu hari meugang merupakan salah satu hari sakral yang sudah membudaya dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama.

Pada hari tersebut meskipun tidak memiliki kemampuan material, dengan berbagai ilah daya dicarikan uang agar satu kilogram daging dapat dibawa pulang kerumah, karena itu kondisi demikian harus disikapi secara objektif.

Momen demikian cenderung para pedagang musiman daging menaikan harga secara sepihak karena tingginya permintaan, sementara mereka memasok daging dari luar dengan harga tampung berkisar Rp110.000-Rp120.000 per kilogram.

"Spekulan daging itu sudah kita ingatkan juga. Persoalan kita disini harga daging mahal karena tulang-tulang tidak ada harga sehingga pelampiasan harga tertuju kepada daging saja, sementara tulang itu hanya Rp20 ribu per kilogram," imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan, dibandingkan dengan daerah luar Aceh untuk harga tulang daging berkisar biasanya dijual Rp60.000-Rp70.000 per kilogram, sehingga harga daging dapat dijual imbang antara Rp80.000 per kilogram, keberimbangan harga tersebut menekan kerugian bagi pedagang.

Sebut Alaidinsyah, dua hari terakhir pada pedagang lokal sudah kocar kacir mencari pasokan ternak dari luar, karena daging dari pasar Medan Sumatera Utara pada tahun ini mengalami kenaikan cukup drastis sehingga tidak berani dibawa ke daerah itu.

Kepada setiap meja pada lapak yang disediakan pemerintah daerah di Jalan Daud Dariah II Meulaboh, para pedagang dibenarkan menyediakan satu ekor ternak sembelihan per satu meja, akan tetapi kondisi ini terkadang dimanfaatkan bisa mencapai 2-4 ekor ternak besar.

"Mudah-mudahan para pedagang tidak ada yang nakal, kita mengontrol mengambil langkah selanjutnya agar tidak terjadi inflasi yang sangat mencolok. Dia Aceh sangat spesifik menjelang Ramadhan ini yang disebut dengan Makmeugang, jadi apapun kejadian mereka harus membeli daging dan kelengkapan lainnya," katanya menambahkan.



Pewarta: Pewarta : Anwar
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026