Aceh Timur (ANTARA) - Harga daging meugang mengalami kenaikan mencapai Rp180 ribu per kilogram dari hari biasanya Rp150 ribu per kilogram menjelang hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Kabupaten Aceh Timur.

"Walaupun mahal, masyarakat tetap beli karena meugang sudah menjadi tradisi setiap tahun," kata Musliadi, pedagang daging di Pasar Idi Cut, Kabupaten Aceh Timur, Selasa.

Pedagang menyebutkan kenaikan harga dipengaruhi tingginya permintaan masyarakat karena hari besar seperti tradisi meugang serta meningkatnya biaya ternak dan distribusi.

Sementara itu, Khalisah, warga Aceh Timur, mengaku tradisi meugang bukan sekadar membeli daging, melainkan momen berkumpul bersama keluarga sebelum hari raya. 

Oleh karena itu, tradisi tersebut tetap dipertahankan meski harga daging mengalami kenaikan.

"Kalau meugang rasanya kurang lengkap kalau tidak masak daging bersama keluarga. Walaupun beli sedikit, yang penting tradisinya tetap ada," katanya.

Dinas Perkebunan dan Peternakan Aceh Timur sebelumnya memastikan stok hewan ternak untuk kebutuhan meugang dan Iduladha tahun ini masih mencukupi.

Baca: Persediaan unggas meugang Idul Adha di Aceh Timur capai 76 ribuan ekor

Berdasarkan data yang dihimpun, persediaan ternak untuk meugang Idul Adha mencapai 1.256 ekor.

Jumlah tersebut terdiri dari 954 ekor sapi jantan, 175 ekor sapi betina produktif, 84 ekor sapi betina tidak produktif, serta 43 ekor sapi Australia yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Aceh Timur.

Selain memastikan ketersediaan ternak, petugas kesehatan hewan juga melakukan pemeriksaan terhadap hewan yang akan dipotong guna menjamin kesehatan dan kelayakan konsumsi daging yang dijual kepada masyarakat.

Tradisi meugang sendiri merupakan budaya khas masyarakat Aceh yang dilaksanakan menjelang Ramadan, Idulf Ftri, dan Idul Adha. Pada momen tersebut, masyarakat biasanya membeli daging untuk dimasak dan disantap bersama keluarga sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.

"Meski harga daging tahun ini terbilang tinggi, masyarakat Aceh Timur tetap mempertahankan tradisi meugang sebagai bagian dari budaya dan adat yang telah diwariskan secara turun-temurun," kata Khalisah.

Baca: Persediaan hewan kurban di Aceh Timur capai 2.428 ekor



Pewarta: Hayaturrahmah
Editor : M.Haris Setiady Agus

COPYRIGHT © ANTARA 2026