"Kami memfokuskan pengembangan objek wisata pantai. Pengembangan wisata pantai tersebut menjadi program unggulan pada tahun ini," kata Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Aceh Timur, Syahril di Aceh Timur, Kamis.
Syahril mengatakan Aceh Timur memiliki sejumlah objek wisata pantai. Pengembangan wisata pantai ini setelah sejumlah pantai mulai dibuka beberapa waktu lalu setelah ditutup karena konflik bersenjata sejak 1998.
"Oleh karenanya saya mengajak desa yang memiliki objek wisata pantai, mari untuk membukanya untuk pariwisata. Namun, sebelum dibuka perlu dibuat qanun atau aturan tentang tata cara kepariwisataan," kata Syahril.
Menurut Syahril, qanun gampong tersebut menjadi dasar penerapan dalam menjalankan pariwisata, terutama sejalan dengan pelaksanaan syariat Islam di Kabupaten Aceh Timur.
Selain objek wisata pantai, kata Syahril, Kabupaten Aceh Timur memiliki banyak destinasi pariwisata, sehingga menjadi daya tarik wisatawan nusantara dan mancanegara berkunjungan ke daerah itu.
Aceh Timur memiliki wisata alam, wisata sejarah, wisata religi bahkan wisata kuliner. Potensi wisata tersebut tersebar merata hampir seluruh wilayah di kabupaten Aceh Timur, kata Syahril.
"Namun, untuk pengembangannya membutuhkan dukungan masyarakat sekitar. Tanpa dukungan masyarakat, pengembangan objek wisata tersebut sulit dilakukan," kata Syahril.
Pewarta: HayaturrahmahEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026