Lhokseumawe (ANTARA Aceh) - Para petani dan anggota Muspida Aceh Utara, Minggu, melakukan penanaman padi serentak tahap kedua di Kecamatan Kuta Makmur, dalam rangka menuju swasembada pangan.
Kepala Bagian Humas Pemkab Aceh Utara Amir Hamzah di Lhokseumawe mengatakan, pola tanam padi serentak yang merupakan kerjasama antara Pemkab Aceh Utara dengan Kodim 0103 Aceh Utara bertujuan mewujudkan ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib diwakili oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Abdul Azis menyebutkan, Pemkab Aceh Utara terus berupaya melakukan perbaikan terhadap hal-hal teknis di bidang pertanian baik penyempurnaan bendungan irigasi maupun salurannya.
Bahkan, Pemkab Aceh Utara berupaya menyelesaikan pembangunan Waduk Lhok Gajah yang memberikan kontribusi besar terhadap ketersedian air bagi petani petani di Kuta Makmur dan sekitarya.
Hal tersebut patut dibanggakan, bahwa dalam dua tahun terakhir telah terjadi perobahan di bidang pertanian. Hasil panen dari tahun ke tahun terus terjadi peningkatan dari 4 hingga 5 ton per hektarnya, kini menjadi 5 hingga 7 ton, bahkan ada yang mencapai 8 ton, ujar Abdul Aziz.
Hal tersebut tidak terlepas dari upaya dan kerjasama yang komprehensif selama ini, seperti TNI melalui Babinsanya, tenaga penyuluh pertanian, lembaga hukum adat "Keujrun Blang" dan berbagai pihak lainnya dalam mendorong petani terhadap peningkatan produktivitas pertanian.
Sementara itu, Danrem 011/Lilawangsa Kol Inf Dedy Agus Purwanto mengatakan, program itu merupakan pencanangan Presiden RI untuk tujuan swasembada pangan di seluruh Indonesia.
Pada kesempata itu, Danrem mengingatkan, Aceh Utara merupakan wilayah pertanian. Ke depan tidak ada lagi lahan tidur, akan tetapi semua harus difungsikan pengelolaannya demi kesejahtraan masyarakat.
Terhadap hal itu, TNI akan terus membantu dan mendorong masyarakat di bidang pertanian. Begitu juga dengan kehadiran Babinsa bukan mengambil alih tugas PPL akan tetapi untuk mendorong terlaksananya program pembangunan Aceh Utara.
Kepala Bagian Humas Pemkab Aceh Utara Amir Hamzah di Lhokseumawe mengatakan, pola tanam padi serentak yang merupakan kerjasama antara Pemkab Aceh Utara dengan Kodim 0103 Aceh Utara bertujuan mewujudkan ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib diwakili oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Abdul Azis menyebutkan, Pemkab Aceh Utara terus berupaya melakukan perbaikan terhadap hal-hal teknis di bidang pertanian baik penyempurnaan bendungan irigasi maupun salurannya.
Bahkan, Pemkab Aceh Utara berupaya menyelesaikan pembangunan Waduk Lhok Gajah yang memberikan kontribusi besar terhadap ketersedian air bagi petani petani di Kuta Makmur dan sekitarya.
Hal tersebut patut dibanggakan, bahwa dalam dua tahun terakhir telah terjadi perobahan di bidang pertanian. Hasil panen dari tahun ke tahun terus terjadi peningkatan dari 4 hingga 5 ton per hektarnya, kini menjadi 5 hingga 7 ton, bahkan ada yang mencapai 8 ton, ujar Abdul Aziz.
Hal tersebut tidak terlepas dari upaya dan kerjasama yang komprehensif selama ini, seperti TNI melalui Babinsanya, tenaga penyuluh pertanian, lembaga hukum adat "Keujrun Blang" dan berbagai pihak lainnya dalam mendorong petani terhadap peningkatan produktivitas pertanian.
Sementara itu, Danrem 011/Lilawangsa Kol Inf Dedy Agus Purwanto mengatakan, program itu merupakan pencanangan Presiden RI untuk tujuan swasembada pangan di seluruh Indonesia.
Pada kesempata itu, Danrem mengingatkan, Aceh Utara merupakan wilayah pertanian. Ke depan tidak ada lagi lahan tidur, akan tetapi semua harus difungsikan pengelolaannya demi kesejahtraan masyarakat.
Terhadap hal itu, TNI akan terus membantu dan mendorong masyarakat di bidang pertanian. Begitu juga dengan kehadiran Babinsa bukan mengambil alih tugas PPL akan tetapi untuk mendorong terlaksananya program pembangunan Aceh Utara.
Pewarta: Pewarta : MukhlisUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.