Sabang (ANTARA Aceh) - Masyarakat nelayan di Sabang  pulau paling ujung barat Indonesia tidak melaut pada hari raya Idul Fitri 1437 Hijriyah hingga tiga hari ke depan.

"Tiga hari nelayan tidak melaut dan itu sudah kesepakatan bersama dimulai sejak hari pertama lebaran Idul Fitri," kata Panglima Laot wilayah Kota Sabang, Ali Rani  di Sabang, Selasa.

Panglima Laot menyampaikan, untuk menghormati hari besar Islam para nelayan sepakat tidak melaut selama tiga hari dan ketentuan ini lahir dalam musyawarah bersama masyarakat nelayan lalu disepakati oleh semua nelayan wilayah Sabang.

"Hari-hari biasa itu kita disibuk dengan berbagai aktifitas, pada hari yang sakral ini kita tidak melaut dan kita memamfaatkan waktu libur itu untuk bersilaturrahim kesemua saudara, famili maupan teman-teman," ujar Ali Rani yang juga berprofesi sebagai nelayan di wilayah Balohan, Sabang.

Lebih lanjut dia mengatakan, Panglima laot merupakan lembaga adat yang mengatur ketentuan melaut dan lembaga ini diakui oleh negara sebagaimana tercantum dalam Undang-undang Pemerintah Aceh (UU-PA).

"Kalau ada nelayan yang melaut selama libur tersebut akan diberikan sanksi yang tegas sesuai kesepakatan bersama," katanya lagi.

Lalu, Ali Rani menegaskan, jika nelayan tidak mengindahkan larangan melaut pada libur hari besar tersebut akan disita boat dan bahkan nelayan tersebut ada sanksi larangan melaut.

"Sanksinya meliputi penyitaan boat, perlengkapan tangkap dan sampai ke semua hasil tangkapan. Sanksi yang paling tegas adalah dilarang melaut selama sepekan berikutnya," jelasnya.

Salah seorang nelayan, Syafruddin di Pasiran, Kuta Bawah Timu, Sabang mengatakan, para nelayan dibawah naungan panglima laot solid dan mematuhi semua kesepakatan yang dilahirkan secara bersama melalu forum musyawarah layaknya seperti pembuatan peraturan perundang-undangan.

"Bagus ada larangan melaut selama tiga hari selama lebaran Idul Fitri dan aturan itu lahir atas kesepakatan bersama dalam musyawarah. Jadi kita bisa menggunakan waktu luang tersebut untuk bersilaturrahmi," kata nelayan tadi.


Pewarta: Irman Yusuf
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026