Meulaboh, Aceh, 23/4 (Antara) - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh menargetkan melakukan perkawinan silang bagi 250 ternak besar dengan sistem Inseminasi Buatan (IB) melalui Upaya Khusus Sapi/Kerbau Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) 2017.
Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Aceh Barat, Kamarlis, di Meulaboh, Minggu, mengatakan, target program Upsus Siwab 1.265 ekor Akseptor IB dan 250 ekor Penanganan Gangguan Reproduksi Ternak (Gangrep).
Target itu disampaikan pada acara ekspo ternak besar ke-IV 2017 yang berlangsung selama dua hari 22-23 April 2017 di lapangan terbuka Desa Seuneubok, Kecamatan Johan Pahlawan. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memberi motivasi kepada peternak terkait usaha ekonomis menjanjikan.
Hingga April 2017, pihaknya telah berhasil merealisasikan kegiatan IB kepada 100-an ternak, baik ternak eksotik maupun ternak lokal, seperti Limosin, Sehewa, Simental, Brahma, Brahmamus, kemudian yang lokal seperti sapi Aceh dan kerbau lumpur.
Kamarlis menyampaikan, populasi ternak besar di Aceh Barat pada 2017 telah mencapai 25 ribu ekor lebih. Upaya perkawinan silang tersebut diharapkan akan meningkatkan produktivitas berat badan ternak secara kualitas dan ekonomis.
"Dari target 250 ekor, yang sudah terealisasi 100-an, masih tersisa delapan bulan lagi dan alhamdulillah ini prestasi luar biasa bagi Aceh Barat, setelah hampir 15 tahun lalu pernah berjaya dengan IB, saat ini sudah memperlihatkan petumbuhan luar biasa," sebutnya.
Kamarlis mengakui, meskipun upaya dilakukan itu untuk swasembada pangan lokal, namun nilai produktivitas daerah juga menyumbang swasembada pangan nasional untuk penguatan dan kedaulatan pangan di Indonesia.
Pemkab Aceh Barat akan terus mengupayakan kegiatan peternakan menjadi sumber pendapatan masyarakat yang utama dalam pemberdayaan ekonomi melalui kegiatan pengembangan kawasan sentra peternakan dan penyediaan sarana prasarana peternak.
"Target kami di tahun 2018 kita sudah bisa bersanding dengan Aceh Besar dan Insya Allah dengan Sumatera Utara. Sebagaimana kita tahu di Sumut saat ini sedang terjadi kekurangan stok karena kebutuhan pasar cukup tinggi," katanya.
Pewarta: AnwarUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.