Banda Aceh (ANTARA) - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Aceh mengajak seluruh pemuka agama yang ada di provinsi setempat untuk menyerukan kebersamaan dalam membantu pemulihan pascabencsna masyarakat korban bencana banjir dan longsor.
"Seruan dari para pemuka agama dalam hal saling tolong menolong di tengah bencana sangat penting dilakukan agar mereka merasa tidak sendiri dalam menjalani hari-hari pascabencana," kata Ketua FKUB Provinsi Aceh A Hamid Zein di Banda Aceh, Rabu.
Pernyataan itu disampaikan di sela-sela refleksikan akhir tahun bidang kerukunan umat beragama dalam tahun 2025 yang dibuka Plt Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Aceh, Iqbal Tawakkal di Banda Aceh.
Ia menjelaskan di tengah bencana yang melanda Aceh kebersamaan yang digelorakan akan membangkitkan semangat saling tolong menolong antar umat.
"Bencana melanda Aceh terdampak pada semua pemeluk agama dan etnis yang tersebar di 18 kabupaten/kota terdampak," katanya.
Baca: FKUB: Aceh Barat sudah miliki gampong moderasi dan toleransi beragama
Karena itu ia mengajak seluruh pemuka agama untuk mengeluarkan seruan-seruan positif dalam mempercepat pemulihan pascabencana.
Ia mengatakan sebagai wujud kepekaan dan kepedulian terhadap musibah banjir dan longsor, Pengurus FKUB sudah menggalang donasi dan bersama Kesbanpol. Di mana bantuan kepada beberapa kabupaten terdampak berat yang menimpa penduduk lintas agama telah disalurkan.
"Bantuan dari lintas agama dan lintas bangsa sangat dibutuhkan dalam Rehab Rekon Aceh pasca banjir bandang 2025," katanya.
FKUB Aceh juga sudah menyampaikan pesan moral kepada saudara saudara non muslim yang merayakan Nataru di tengah kedukaan pelaksanaan dilakukan secara khidmat, sederhana dan penuh kepedulian atas musibah yang melanda Aceh.
"Kegiatannya agar difokuskan pada solidaritas kemanusiaan, melakukan doa bersama sesuai keyakinannya masing masing , mempererat ukhuwah insaniyah serta menjaga kekhususan dan keistimewaan Aceh," katanya.
Baca: FKUB: Toleransi umat beragama di Aceh berjalan harmonis
