Banda Aceh (ANTARA) - Istri prajurit TNI membantu melakukan pemulihan psikologis atau trauma healing anak-anak korban terdampak banjir di Paud Permata, Desa Meunasah Raya Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

"Jadikan ini momentum agar mereka kembali bersemangat dan tersenyum seperti sedia kala meski di Tengah keterbatasan,” kata Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XIX Kodim 0102 Pidie, Koorcab Rem 011 PD IM, Ratih Abdul Hadi dalam keterangannya, di Banda Aceh, Jumat.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya anggota persit untuk membangkitkan semangat anak-anak warga korban bencana banjir bisa kembali tersenyum bahagia.


Baca juga: Masa tanggap darurat bencana Pidie Jaya diperpanjang lagi

Ratih mengatakan, pascabencana banjir bandang serta longsor yang melanda sumatera dan Aceh telah memberikan luka mendalam. Khususnya anak-anak, termasuk di Kabupaten Pidie Jaya.

“Jangan biarkan peristiwa ini menenggelamkan kita dalam kesedihan yang berlarut-larut.
Melainkan panggilan bagi kita untuk memulihkan keceriaan mereka," ujarnya.

Ratih menghimbau, semua pihak dapat  bersama-sama mewujudkan impian anak-anak. Lingkungan yang penuh kasih sayang, perhatian berpengaruh, serta memberikan rasa aman agar mereka tumbuh kembang dengan sehat. 

“Ini adalah momen berharga yang menggambarkan harapan. Keceriaan dan senyum tawa adalah alat penting dalam tumbuh kembang anak, membantu meningkatkan kemampuan sosial, emosional, dan kognitif,” katanya.

Dirinya menambahkan, salah satu cara efektif untuk mengajarkan nilai-nilai kebaikan kepada anak-anak, maka bisa dengan membentuk karakteristik, serta menciptakan generasi yang lebih ramah, penuh empati dan bahagia.

“Mari kita fokus pada upaya untuk mengembalikan semangat mereka pasca menghadapi situasi mencekam. Sebab, senyum dan kebahagiaan anak Indonesia adalah harapan untuk masa depan bangsa," demikian Ratih Abdul Hadi.


Baca juga: Pidie Jaya tanam 300 pohon untuk pemulihan lahan pascabencana



Pewarta: Rahmat Fajri
Editor : Febrianto Budi Anggoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026