Banda Aceh (ANTARA) - Ratusan warga terdampak bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah di Provinsi Aceh mendapatkan layanan kesehatan dalam Operasi Aman Nusa II Polri.

Bidang Humas Polda Aceh dalam keterangan tertulis diterima di Banda Aceh, Kamis, mengatakan kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.

Bakti kesehatan dan Pengobatan dalam rangka Operasi Aman Nusa II dilaksanakan secara serentak di sejumlah wilayah Provinsi Aceh pada Rabu (21/1). Bakti kesehatan melayani ratusan warga terdampak bencana di Provinsi Aceh.

Bakti kesehatan Polri tersebut menyasar masyarakat terdampak bencana alam di Kabupaten Bener Meriah, Kabupaten Aceh Utara, dan Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan dengan fokus pada pemeriksaan kesehatan, pemberian obat-obatan, vitamin, serta edukasi kesehatan.

Di Kabupaten Bener Meriah, bakti kesehatan dipusatkan di Desa Burni Pase, Kecamatan Permata. Layanan dilaksanakan Seksi Kedokteran dan Kesehatan Polres Bener Meriah, didukung Tim Kesehatan BKO Puddokkes Polri, Polda Jawa Timur serta dokter mitra Polres Bener Meriah.

Sebanyak 51 warga mendapatkan layanan medis, dengan keluhan dominan berupa dermatitis, inspeksi saluran pernafasan akut (ISPA), faringitis, cephalgia, myalgia, hipertensi hingga gangguan makan akibat kondisi pascabencana.

Dokter Yeremia Dwi Purnomo, dokter lapangan dalam bakti kesehatan Polri, tersebut menjelaskan kondisi lingkungan pascabencana sangat memengaruhi kesehatan warga di wilayah tersebut.

"Sebagian besar keluhan dipicu oleh lingkungan lembap, kelelahan, dan stres pascabencana. Kehadiran layanan kesehatan Polri ini diharapkan dapat mencegah penyakit berkembang lebih serius dan membantu pemulihan warga secara menyeluruh," kata dokter dari RS Bhayangkara Batu Malang, Jawa Timur, tersebut.

Sementara itu, di Desa Alue Ie Puteh, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, Klinik Pratama Polres Aceh Utara bersama Tim BKO Polda Jawa Timur melaksanakan bakti kesehatan kepada 186 warga terdampak banjir. 

Jenis penyakit yang banyak ditemukan antara lain dermatitis, inspeksi saluran pernapasan, hipertensi, cephalgia atau nyeri sakit kepala, hingga diabetes melitus.

"Kami tidak hanya memberikan pengobatan, tetapi juga edukasi kesehatan agar masyarakat dapat menjaga kondisi tubuhnya di tengah keterbatasan pascabencana," kata Ipda Nuno Febrian Probosutiksna, selaku dokter penanggung jawab.

Pelayanan serupa juga dilakukan di Posko Kesehatan Aceh Tamiang, dengan melibatkan Tim BKO Polda Metro Jaya. Sebanyak 26 warga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan dan pemberian vitamin, dengan keluhan terbanyak berupa ISPA, hipertensi, diare, dan penyakit kulit.

Nurhayati (48), korban banjir di Aceh Tamiang merasa terbantu dengan kehadiran tim Polri memberikan pelayanan kesehatan pascabencana kepada masyarakat.

"Kami terbantu dengan adanya pelayanan kesehatan tersebut. Kehadiran Polri, tidak hanya sebagai pelindung dan pengayom, tetapi juga memulihkan harapan masyarakat di tengah bencana," kata Nurhayati.



Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor : M Ifdhal

COPYRIGHT © ANTARA 2026